Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

Pasti dengan membaca postingan-postingan gua sebelumnya, semuanya pada mengira bahwa gua lagi hepi, padahal salah besar cuy...gua sekarang lagi sedih, susah, krisis, dan semuanya yang serba ga enak. Di usia gua yang masih 19 ini, gua pengin banget bisa bahagiain ortu dan kakak-kakak gua, tapi gua tiap hari kerjaannya Cuma tidur, makan, onlen fesbuk, atau ga gitu ngedit template yang malah tambah ga karuan. 

Trus mana belajarnya dong????udah IP jelek, eh masih aja hidup nyantai. Selain itu juga gua tuh susah banget dapet temen. Kalo kayak gini, bisa-bisa gua jadi manusia terkucilkan di tahun 2010 ini....Temen aja ga dapet, apalagi pacar. Huah...Memang gua selama ini selalu menutup diri, baik itu bergaul ataupun bergaul dengan cowok yang bisa dikategorikan TTM. Karena selama ini gua menganggap mereka itu (cowok kategori TTM) itu hanya akan merusak kehidupanku (yang selama ini fine-fine saja tanpa kehadiran cowok). 

Tapi entah kenapa semenjak masuk kuliah gua jadi merasa kesepian, kalau penyebabnya adalah jauh dari keluarga itu sih sudah hal biasa dan selama ini gua selalu menganggap hanya itu alasan gua kesepian di kota ini. Tapi lama kelamaan gua sadar kalau selama ini gua ga punya teman baru, teman gua selama ini adalah teman SMA yang juga kuliah di Surabaya. Atau teman kuliah satu kampus. Gua ga punya teman lain, dan itulah mengapa gua sulit unruk mendapat cowok. 

Dulu gua merasa bahwa pacaran hanya akan membuang waktu, tenaga, dan uang. Tapi setelah bercerita dengan kakak kos yang juga sudah punya pacar dan juga sudah bekerja (dan yang pasti bukan pasangan yang sukanya hedon alias senang-senang doang). 

Dari situ gua bisa tahu kalau punya pacar itu juga termasuk salah satu cara untuk berinteraksi. Karena di dunia kerja (khususnya bila kita melamar kerja), status kita akan sangat menentukan keberhasilan kita, entah itu status sudah menikah, jomblo, ataupun sudah punya pacar. Bukan berarti bila kita ditanya apakah sudah memiliki pacar atau belum itu adalah hal yang tabu, karena bila kita sudah berumur (katakanlah usia produktif untuk bekerja) bila kita belum memiliki pacar, tentu orang akan berpikiran bahwa kita sulit untuk bergaul, bersosialisasi, ataupun sebagainya. Bukan berarti kita ini tidak laku, karena setiap makhluk diciptakan berpasanga-pasang. 

Menanggapi apa yang diceritakan kakak kos tadi, gua menjadi merasa bodoh dengan apa yang telah gua jalani selama ini. 3 tahun lebih sudah gua menjomblo, dan selama tiga tahun itu tidak ada satupun cowok yang serius dengan gua (maksudnya pedekate secara serius). Semuanya adalah karena selama ini gua selalu bersikap terlalu selektif, bahkan terlalu meremehken mereka (cowok dalam kategori TTM). Bila ada yang menyanyikan lagunya Oppie Andaresta yang judulnya I’m single and very happy, mungkin lagu itu cocok untuk kakak-kakak gua, yang single tapi juga hepi. Tapi gua???SINGLE AND UNHAPPY KALI YA..HAHAHA
:ngakak :ngakak

3 Responses so far.

  1. Fandri says:

    Makasih sebelumnya udah mau masang linkku disini.

    Sekadar saran, artikelnya pake paragraf dong aku jadi sulit bacanya nih....

  2. humaini says:

    hehehe
    yang di atas...

    lucu banget...ga usah di angakt dulu, langsung aja ke poinx hehehe
    siip lah ya...

    buat yang punya blog...
    tetap semangat ya...
    teruslah berkarya...
    kamu adalah sastrawan berikutnya..

    sukses ^_^

    Tq

  3. ratih says:

    @fandri : Maksih sarannya... hehe, saking senengnya jadi lupa bikin paragraf.

    @humaini : Trima kasih sudah berkunjung. OK. Sukses juga ya.

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Saturday, March 6, 2010

SINGLE AND UNHAPPY

Pasti dengan membaca postingan-postingan gua sebelumnya, semuanya pada mengira bahwa gua lagi hepi, padahal salah besar cuy...gua sekarang lagi sedih, susah, krisis, dan semuanya yang serba ga enak. Di usia gua yang masih 19 ini, gua pengin banget bisa bahagiain ortu dan kakak-kakak gua, tapi gua tiap hari kerjaannya Cuma tidur, makan, onlen fesbuk, atau ga gitu ngedit template yang malah tambah ga karuan. 

Trus mana belajarnya dong????udah IP jelek, eh masih aja hidup nyantai. Selain itu juga gua tuh susah banget dapet temen. Kalo kayak gini, bisa-bisa gua jadi manusia terkucilkan di tahun 2010 ini....Temen aja ga dapet, apalagi pacar. Huah...Memang gua selama ini selalu menutup diri, baik itu bergaul ataupun bergaul dengan cowok yang bisa dikategorikan TTM. Karena selama ini gua menganggap mereka itu (cowok kategori TTM) itu hanya akan merusak kehidupanku (yang selama ini fine-fine saja tanpa kehadiran cowok). 

Tapi entah kenapa semenjak masuk kuliah gua jadi merasa kesepian, kalau penyebabnya adalah jauh dari keluarga itu sih sudah hal biasa dan selama ini gua selalu menganggap hanya itu alasan gua kesepian di kota ini. Tapi lama kelamaan gua sadar kalau selama ini gua ga punya teman baru, teman gua selama ini adalah teman SMA yang juga kuliah di Surabaya. Atau teman kuliah satu kampus. Gua ga punya teman lain, dan itulah mengapa gua sulit unruk mendapat cowok. 

Dulu gua merasa bahwa pacaran hanya akan membuang waktu, tenaga, dan uang. Tapi setelah bercerita dengan kakak kos yang juga sudah punya pacar dan juga sudah bekerja (dan yang pasti bukan pasangan yang sukanya hedon alias senang-senang doang). 

Dari situ gua bisa tahu kalau punya pacar itu juga termasuk salah satu cara untuk berinteraksi. Karena di dunia kerja (khususnya bila kita melamar kerja), status kita akan sangat menentukan keberhasilan kita, entah itu status sudah menikah, jomblo, ataupun sudah punya pacar. Bukan berarti bila kita ditanya apakah sudah memiliki pacar atau belum itu adalah hal yang tabu, karena bila kita sudah berumur (katakanlah usia produktif untuk bekerja) bila kita belum memiliki pacar, tentu orang akan berpikiran bahwa kita sulit untuk bergaul, bersosialisasi, ataupun sebagainya. Bukan berarti kita ini tidak laku, karena setiap makhluk diciptakan berpasanga-pasang. 

Menanggapi apa yang diceritakan kakak kos tadi, gua menjadi merasa bodoh dengan apa yang telah gua jalani selama ini. 3 tahun lebih sudah gua menjomblo, dan selama tiga tahun itu tidak ada satupun cowok yang serius dengan gua (maksudnya pedekate secara serius). Semuanya adalah karena selama ini gua selalu bersikap terlalu selektif, bahkan terlalu meremehken mereka (cowok dalam kategori TTM). Bila ada yang menyanyikan lagunya Oppie Andaresta yang judulnya I’m single and very happy, mungkin lagu itu cocok untuk kakak-kakak gua, yang single tapi juga hepi. Tapi gua???SINGLE AND UNHAPPY KALI YA..HAHAHA
:ngakak :ngakak

3 comments:

  1. Makasih sebelumnya udah mau masang linkku disini.

    Sekadar saran, artikelnya pake paragraf dong aku jadi sulit bacanya nih....

    ReplyDelete
  2. hehehe
    yang di atas...

    lucu banget...ga usah di angakt dulu, langsung aja ke poinx hehehe
    siip lah ya...

    buat yang punya blog...
    tetap semangat ya...
    teruslah berkarya...
    kamu adalah sastrawan berikutnya..

    sukses ^_^

    Tq

    ReplyDelete
  3. @fandri : Maksih sarannya... hehe, saking senengnya jadi lupa bikin paragraf.

    @humaini : Trima kasih sudah berkunjung. OK. Sukses juga ya.

    ReplyDelete

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .