Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

Kali ini aku akan membahas tentang salah satu mata kuliahku, dengan bahan pembahasannya adalah Jaringan Meristem. Pertama-tama, organ tumbuhan tingkat tinggi dibedakan menjadi 2 macam jaringan, yaitu jaringan muda dan jaringan dewasa. Jaringan muda terdiri dari selapis sel saja, sedangkan jaringan dewasa tersiri dari beberapa lapis sel. Jaringan meristem merupakan jaringan muda yang tersusun oleh sel yang masih embrional, yaitu sel yang masih aktif mengadakan pembelahan, dan biasanya terletak pada ujung titik tumbuh, yaitu ujung batang dan ujung akar.

Jaringan meristem memiliki ciri sitologi sebagai berikut :
*Selnya masih kecil;
*Plastidanya berupa protoplastida;
*Dinding selnya tipis;
*Jumlah protoplasmanya banyak karena semua organnya banyak yang belum terbentuk;
*Berbentuk isodiametris, atau ke segala arah membentuk kubus, namun ada juga yang berbentuk kubus;
*Terdiri dari zat pectin;
*Vakuolanya kecil dan berjumlah banyak;
*Tidak terdapat ruang antar sel;
 

A. Menurut tempatnya dalam tumbuhan, meristem dibagi menjadi 3. Yaitu:
1. Meristem apikal, terdapat pada ujung akara dan ujung batang;
2. Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan yang sudah dewasa, misalnya pangkal ruas batang rumput-rumputan.Selain itu, meristem ini mempunyai aktivitas pertumbuhan di daerah jaringan primer yang berasal dari meristem apikal;
3. Meristem lateral, terdapat pada kambium gabus dan cambium pembuluh.


Terdapat 3 teori tentang teori apical, antara lain yaitu.
1. Teori sel apikal.
Teori ini menganggap bahwa sel yang terletak di ujung pokok atau cabang dari batang dan akar merupakan suatu meristem yang konstan.


2. Teori Histogen, dibagi menjadi teori Hanstein dan Haberlandt

 
*Teori Hanstein
Menyebutkan bahwa pada meristem apical terdapat 3 daerah yang disebut histogen. Ketiga daerah tersebu adalah :
-Dermatogen, terdiri dari selapis sel yang paling luar, dan merupakan bahan dasar yang nantinya akan berkembang atau tumbuh menjadi epidermis.
-Periblem, terdiri dari beberapa lapis sel bagian dalam dari dermatogens yang nantinya akan umbuh menjadi korteks akar.
-Plerom, terdiri dari beberapa lapis sel dari polibrem yang nantinya akan tumbuh menjadi stele akar.


*Teori Haberlandt
Menurut teori ini, meristem apical dibagi menjadi 4 daerah, antara lain :
-Promeristem, merupakan daerah terujung dan selnya selalu membelah membentuk meristem baru.
-Proderm, letaknya sesudah promeristem, yang nantinya akan tumbuh menjadi epidermis dan xylem sekunder.
-Prokambium, terdiri dari beberapa lapis el bagian dalam dari protoderm yang nantinya akan tumbuh menjadi cambium pembentuk floem dan xylem sekunder.
-Meristem dasar, terdiri dari beberapa lapis sel bagian dalam yang nantinya akan membentuk stele batang.
 

3. Teori Tunika Corpus
Teori ini menyatakan bahwa meristem apical terdapat 2 daerah, yaitu :
-Bagian luar, terdiri dari beberapa lapis sel yang disebut tunika yang akan menghasilkan epidermis dan sebagian korteks.
-Bagian dalam, merupakan bagian yang diselubungi tunika yang disebut korpus, yang menghasilkan stele dan sebagian korteks.


B. Sedangkan menurut asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi 2, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.
1. Meristem primer terdapat pada tumbuhan yang telah dewasa dan sudah terdapat jaringan yang bersifat meristematik atau embrional, yaitu se-selnya masih membelah. Letak meristem primer ini biasanya terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang dapat mengakibatkan tumbuhan dapat tumbuh memanjang. 


2. Meristem sekunder merupakan meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi dan berfungsi sebagai jaringan dewasa, namun masih dapat melakukan aktivitas sebagai meristem lagi (atau dapat pula dikatakan jaringan meristem yang berasal dari meristem primer). Contoh dari meristem sekunder adalah cambium dan kambium gabus atau felogen, yang merupakan perkembangan dari sel parenkim maupun kolenkim yang telah mengalami diferensiasi.
Kambium
Kambium terdapat pada tumbuhan yang mengalami penebalan sekunder, yaitu tumbuhan dikotil. Bentuk selnya pipih dan agak memanjang. Berdinding sel tipis serta tidak memiliki ruang antarsel.
Kambium Gabus (Felogen)
Merupakan meristem sekunder yang membentuk jaringan gabus sekunder, bersifat displeuris yaitu embentuk sel-sel baru ke kedua arah, kea rah dalam membentuk parenkim gabus (feloderm), sedangkan kea rah luar membentuk sel gabus sekunder (felem) . Felogen berfngsi sebagai penyokong tubuh tumbuhan agar lebih kokoh dan tidak cepat membusuk.
Kambium dan kambium gabus (felogen) termasuk dalam meristem lateral karena terletak pada batang dan akar, atau sejajar dengan permukaan sisi organ tempat terdapatnya kambium.

3 Responses so far.

  1. hehehehe
    jaringan yang gimana yak??hehehe

  2. ditunggu kunjungannya ke BUBI

  3. kiki says:

    kurang lengkap pembahasannya..
    hehehe...

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Sunday, May 2, 2010

Jaringan Meristem

Kali ini aku akan membahas tentang salah satu mata kuliahku, dengan bahan pembahasannya adalah Jaringan Meristem. Pertama-tama, organ tumbuhan tingkat tinggi dibedakan menjadi 2 macam jaringan, yaitu jaringan muda dan jaringan dewasa. Jaringan muda terdiri dari selapis sel saja, sedangkan jaringan dewasa tersiri dari beberapa lapis sel. Jaringan meristem merupakan jaringan muda yang tersusun oleh sel yang masih embrional, yaitu sel yang masih aktif mengadakan pembelahan, dan biasanya terletak pada ujung titik tumbuh, yaitu ujung batang dan ujung akar.

Jaringan meristem memiliki ciri sitologi sebagai berikut :
*Selnya masih kecil;
*Plastidanya berupa protoplastida;
*Dinding selnya tipis;
*Jumlah protoplasmanya banyak karena semua organnya banyak yang belum terbentuk;
*Berbentuk isodiametris, atau ke segala arah membentuk kubus, namun ada juga yang berbentuk kubus;
*Terdiri dari zat pectin;
*Vakuolanya kecil dan berjumlah banyak;
*Tidak terdapat ruang antar sel;
 

A. Menurut tempatnya dalam tumbuhan, meristem dibagi menjadi 3. Yaitu:
1. Meristem apikal, terdapat pada ujung akara dan ujung batang;
2. Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan yang sudah dewasa, misalnya pangkal ruas batang rumput-rumputan.Selain itu, meristem ini mempunyai aktivitas pertumbuhan di daerah jaringan primer yang berasal dari meristem apikal;
3. Meristem lateral, terdapat pada kambium gabus dan cambium pembuluh.


Terdapat 3 teori tentang teori apical, antara lain yaitu.
1. Teori sel apikal.
Teori ini menganggap bahwa sel yang terletak di ujung pokok atau cabang dari batang dan akar merupakan suatu meristem yang konstan.


2. Teori Histogen, dibagi menjadi teori Hanstein dan Haberlandt

 
*Teori Hanstein
Menyebutkan bahwa pada meristem apical terdapat 3 daerah yang disebut histogen. Ketiga daerah tersebu adalah :
-Dermatogen, terdiri dari selapis sel yang paling luar, dan merupakan bahan dasar yang nantinya akan berkembang atau tumbuh menjadi epidermis.
-Periblem, terdiri dari beberapa lapis sel bagian dalam dari dermatogens yang nantinya akan umbuh menjadi korteks akar.
-Plerom, terdiri dari beberapa lapis sel dari polibrem yang nantinya akan tumbuh menjadi stele akar.


*Teori Haberlandt
Menurut teori ini, meristem apical dibagi menjadi 4 daerah, antara lain :
-Promeristem, merupakan daerah terujung dan selnya selalu membelah membentuk meristem baru.
-Proderm, letaknya sesudah promeristem, yang nantinya akan tumbuh menjadi epidermis dan xylem sekunder.
-Prokambium, terdiri dari beberapa lapis el bagian dalam dari protoderm yang nantinya akan tumbuh menjadi cambium pembentuk floem dan xylem sekunder.
-Meristem dasar, terdiri dari beberapa lapis sel bagian dalam yang nantinya akan membentuk stele batang.
 

3. Teori Tunika Corpus
Teori ini menyatakan bahwa meristem apical terdapat 2 daerah, yaitu :
-Bagian luar, terdiri dari beberapa lapis sel yang disebut tunika yang akan menghasilkan epidermis dan sebagian korteks.
-Bagian dalam, merupakan bagian yang diselubungi tunika yang disebut korpus, yang menghasilkan stele dan sebagian korteks.


B. Sedangkan menurut asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi 2, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.
1. Meristem primer terdapat pada tumbuhan yang telah dewasa dan sudah terdapat jaringan yang bersifat meristematik atau embrional, yaitu se-selnya masih membelah. Letak meristem primer ini biasanya terdapat pada ujung akar dan ujung batang yang dapat mengakibatkan tumbuhan dapat tumbuh memanjang. 


2. Meristem sekunder merupakan meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi dan berfungsi sebagai jaringan dewasa, namun masih dapat melakukan aktivitas sebagai meristem lagi (atau dapat pula dikatakan jaringan meristem yang berasal dari meristem primer). Contoh dari meristem sekunder adalah cambium dan kambium gabus atau felogen, yang merupakan perkembangan dari sel parenkim maupun kolenkim yang telah mengalami diferensiasi.
Kambium
Kambium terdapat pada tumbuhan yang mengalami penebalan sekunder, yaitu tumbuhan dikotil. Bentuk selnya pipih dan agak memanjang. Berdinding sel tipis serta tidak memiliki ruang antarsel.
Kambium Gabus (Felogen)
Merupakan meristem sekunder yang membentuk jaringan gabus sekunder, bersifat displeuris yaitu embentuk sel-sel baru ke kedua arah, kea rah dalam membentuk parenkim gabus (feloderm), sedangkan kea rah luar membentuk sel gabus sekunder (felem) . Felogen berfngsi sebagai penyokong tubuh tumbuhan agar lebih kokoh dan tidak cepat membusuk.
Kambium dan kambium gabus (felogen) termasuk dalam meristem lateral karena terletak pada batang dan akar, atau sejajar dengan permukaan sisi organ tempat terdapatnya kambium.

3 comments:

  1. hehehehe
    jaringan yang gimana yak??hehehe

    ReplyDelete
  2. kurang lengkap pembahasannya..
    hehehe...

    ReplyDelete

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .