Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

image : link
Film berjudul The Passenger-lah yang menuntunku untuk menulis postingan ini. Film tersebut begitu membingungkannya sampai membuatku harus menontonnya hingga berulang-ulang kali. Bercerita tentang para penumpang pesawat yang selamat dari kecelakaan pesawat, yang kemudian diterapi oleh seorang Doktor wanita muda. Dari sini mulailah muncul kejanggalan-kejanggalan dari alur cerita film ini. Aku menduga jika film ini nantinya akan bergenre romantic, dimana salah satu pasiennya yang bernama Eric(diperankan Patric Wilson) yang diterapi oleh doctor wanita yang bernama Claire(Anna Hatheway), yang menunjukkan gerak-gerik yang berbeda dengan pasien lainnya. 

 Di sini Eric lebih cenderung santai mengenai apa yang telah dialaminya seusai kecelakan, walau terkadang dia kedapatan takut dan stress mengingat kecelakaan tersebut. Namun, semua itu adalah salah. OK, memang benar bila Claire dan Eric terlibat cinta di dalamnya, tapi menurutku itu hanyalah sebagai selingan dari cerita utamanya yang menceritakan bahwa orang-orang tersebut(penumpang pesawat yang diceritakan di film ini), merupakan inti dari cerita film ini. 

Aku hingga saat ini juga masih dibuat bingung, apakah mereka(para penumpang pesawat) itu adalah hantu gentayangan semua??Ataukah ini hanya menceritakan sisi dari alam kematian mereka. Perlu ditekankan lagi, bahwa sebenarnya tidak ada yang selamat dari kecelakan ini. Bahkan, pada akhir cerita, Claire baru menyadari bahwa dirinya adalah salah satu penumpang yang juga tewas dalam kecelakan tersebut. 

Dia sangat shock dan menjerit-jerit seperti bertemu hantu. Barulah setelah hal tersebut terungkap, kondisi dalam pesawat sebelum kecelakanan dijelaskan(karena pada awal cerita tidak begitu detail bagaimana kronologis kecelakaan tersebut). Semua penumpang yang menjadi pasien terapi dari Claire adalah korban pesawat yang sudah mati. Satu-persatu dari mereka kemudian menghilang. Kerabat mereka yang sudah mati terlebih dahulu mendatangi mereka, menunjukkan jalan ke mereka, dan menjelaskan secara tersirat bahwa mereka sebenarnya sudah mati.

Mungkin bila kalian sudah pernah menonton filmnya Nicole Kidman yang berjudul The Others, pasti kalian akan sedikit mengerti. Menurutku, situasi yang ditampilkan di film Passenger ini hampir sama dengan The Others. Hanya saja The Others filmnya lebih ke genre horror, sedangkan Passenger lebih ke drama. 

Di film The Others kita tahu bahwa sebenarnya Nicole Kidman dengan kedua anaknya, beserta pembantu-pembantunya tersebut adalah hantu. Dan Nicole Kidman baru menyadari dan mengingat kejadian mengapa dia adalah hantu adalah di akhir cerita. Dan di dalam rumah yang ia tempati, ia selalu mengira bahwa di dalamnya terdapat hantu yang anaknyapun sering berbincang-bincang denngannya. Padahal, hantu yang dimaksud tersebut adalah orang yang juga tinggal di rumah tersebut akan tetapi hidup pada masa yang berbeda. Di sini Kidman hidup seusai perang dunia, sedangkan yang dianggapnya hantu hidup pada masa kini. Jadi bila disimpulkan, Kidman menganngap ada hantu di rumahnya. Sedangkan hantu yang dilihat Kidman tadi, menganggap ada hantu juga di rumahnya, yaitu Kidman sendiri.

OK, apakah sudah biingung???hehehe. Tapi, kalau menurutku film The Others ini lebih mudah ditangkap maksud yang dibuat oleh sang sutradara. Sedangkan The Passenger sedikit, bahkan sangat membingungkan bagiku. Ceritanya sangatlah asik ditonton, karena di sini Claire berusaha untuk mencari kebenaran tentang kecelakaan tersebut dengan menanyai penumpang yang selamat, apakah itu murni kecelakaan yang berhubungan dengan murni faktor alam ataukah kesalahan sistem yang berdasarkan pada karena kesalahan manusia(si pilot). 

Namun, semuanya itu pada akhirnya sia-sia, karena di endingnya si pilot yang selalu membuntuti Claire untuk menghentikannya memperoleh kebenaran tersebut mengakui bahwa hal tersebut karena kesalahannya yang lalai akan tugasnya,yang menyebabkan seluruh penumpang tewas begitu juga dengannya(si pilot). Yang lebih membuatku trenyuh lagi selain melihat scene dimana Claire terkejut mengetahui bahwa dirinya sudah mati, adalah ketika kakak perempuannya, Emma yang notabene hubungannya dengan Claire tidak akur, dimana mereka tidak pernah bicara selama sebulan ini. Adegan tersebut adalah ketika Emma masuk ke ruangan Claire dan membaca surat yang ditujukan kepadanya yang menyatakan,”Emma, kaulah saudaraku, hidupku tak kan lengkap tanpamu.”

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Thursday, May 27, 2010

Ketika Alam Kematian dan Alam Nyata Begitu Sulit Dibedakan

image : link
Film berjudul The Passenger-lah yang menuntunku untuk menulis postingan ini. Film tersebut begitu membingungkannya sampai membuatku harus menontonnya hingga berulang-ulang kali. Bercerita tentang para penumpang pesawat yang selamat dari kecelakaan pesawat, yang kemudian diterapi oleh seorang Doktor wanita muda. Dari sini mulailah muncul kejanggalan-kejanggalan dari alur cerita film ini. Aku menduga jika film ini nantinya akan bergenre romantic, dimana salah satu pasiennya yang bernama Eric(diperankan Patric Wilson) yang diterapi oleh doctor wanita yang bernama Claire(Anna Hatheway), yang menunjukkan gerak-gerik yang berbeda dengan pasien lainnya. 

 Di sini Eric lebih cenderung santai mengenai apa yang telah dialaminya seusai kecelakan, walau terkadang dia kedapatan takut dan stress mengingat kecelakaan tersebut. Namun, semua itu adalah salah. OK, memang benar bila Claire dan Eric terlibat cinta di dalamnya, tapi menurutku itu hanyalah sebagai selingan dari cerita utamanya yang menceritakan bahwa orang-orang tersebut(penumpang pesawat yang diceritakan di film ini), merupakan inti dari cerita film ini. 

Aku hingga saat ini juga masih dibuat bingung, apakah mereka(para penumpang pesawat) itu adalah hantu gentayangan semua??Ataukah ini hanya menceritakan sisi dari alam kematian mereka. Perlu ditekankan lagi, bahwa sebenarnya tidak ada yang selamat dari kecelakan ini. Bahkan, pada akhir cerita, Claire baru menyadari bahwa dirinya adalah salah satu penumpang yang juga tewas dalam kecelakan tersebut. 

Dia sangat shock dan menjerit-jerit seperti bertemu hantu. Barulah setelah hal tersebut terungkap, kondisi dalam pesawat sebelum kecelakanan dijelaskan(karena pada awal cerita tidak begitu detail bagaimana kronologis kecelakaan tersebut). Semua penumpang yang menjadi pasien terapi dari Claire adalah korban pesawat yang sudah mati. Satu-persatu dari mereka kemudian menghilang. Kerabat mereka yang sudah mati terlebih dahulu mendatangi mereka, menunjukkan jalan ke mereka, dan menjelaskan secara tersirat bahwa mereka sebenarnya sudah mati.

Mungkin bila kalian sudah pernah menonton filmnya Nicole Kidman yang berjudul The Others, pasti kalian akan sedikit mengerti. Menurutku, situasi yang ditampilkan di film Passenger ini hampir sama dengan The Others. Hanya saja The Others filmnya lebih ke genre horror, sedangkan Passenger lebih ke drama. 

Di film The Others kita tahu bahwa sebenarnya Nicole Kidman dengan kedua anaknya, beserta pembantu-pembantunya tersebut adalah hantu. Dan Nicole Kidman baru menyadari dan mengingat kejadian mengapa dia adalah hantu adalah di akhir cerita. Dan di dalam rumah yang ia tempati, ia selalu mengira bahwa di dalamnya terdapat hantu yang anaknyapun sering berbincang-bincang denngannya. Padahal, hantu yang dimaksud tersebut adalah orang yang juga tinggal di rumah tersebut akan tetapi hidup pada masa yang berbeda. Di sini Kidman hidup seusai perang dunia, sedangkan yang dianggapnya hantu hidup pada masa kini. Jadi bila disimpulkan, Kidman menganngap ada hantu di rumahnya. Sedangkan hantu yang dilihat Kidman tadi, menganggap ada hantu juga di rumahnya, yaitu Kidman sendiri.

OK, apakah sudah biingung???hehehe. Tapi, kalau menurutku film The Others ini lebih mudah ditangkap maksud yang dibuat oleh sang sutradara. Sedangkan The Passenger sedikit, bahkan sangat membingungkan bagiku. Ceritanya sangatlah asik ditonton, karena di sini Claire berusaha untuk mencari kebenaran tentang kecelakaan tersebut dengan menanyai penumpang yang selamat, apakah itu murni kecelakaan yang berhubungan dengan murni faktor alam ataukah kesalahan sistem yang berdasarkan pada karena kesalahan manusia(si pilot). 

Namun, semuanya itu pada akhirnya sia-sia, karena di endingnya si pilot yang selalu membuntuti Claire untuk menghentikannya memperoleh kebenaran tersebut mengakui bahwa hal tersebut karena kesalahannya yang lalai akan tugasnya,yang menyebabkan seluruh penumpang tewas begitu juga dengannya(si pilot). Yang lebih membuatku trenyuh lagi selain melihat scene dimana Claire terkejut mengetahui bahwa dirinya sudah mati, adalah ketika kakak perempuannya, Emma yang notabene hubungannya dengan Claire tidak akur, dimana mereka tidak pernah bicara selama sebulan ini. Adegan tersebut adalah ketika Emma masuk ke ruangan Claire dan membaca surat yang ditujukan kepadanya yang menyatakan,”Emma, kaulah saudaraku, hidupku tak kan lengkap tanpamu.”

No comments:

Post a Comment

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .