Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

Like the title…itulah yang saat ini tengah terjadi padaku. Proposalku ditolak mentah-mentah oleh ayah ibuku. Well, that’s cruel, but that’s life supposed to be. Aku yang sudah masuk semester 2 ini tak diijinkan untuk ikut SNMPTN lagi, padahal aku sangat amat dan benar-benar menginginkan untuk pindah jurusan, yaitu Komunikasi. Nama itu terngiang-ngiang di benakku, selalu. Tapi apa daya, 2 people already said no! lanjut dengan kakak-kakakku. 

Mereka sebenarnya juga tidak begitu menginginkan aku untuk mengikuti SNMPTN lagi, mengingat aku sudah setahun kuliah di Biologi. They thought that that I was happy to be here, but that wasn’t the truth. Aku belajar??, jangan ditanya lagi. Mati-matian aku belajar, tapi hasil ujian baik UAS maupun UTS berkata lain. Mungkin itu bukan keberuntunganku, tapi apa benar kesialan terus berlangsung selama 2 semester????. 
:mewek
Menangis-nangis, tersedu-sedu, bahkan termehek-mehek udah aku jalani untuk memohon kepada mereka, tapi mendengar kata ibuku yang secara langsung berkata tidak dengan tegas dan jelas, aku menjadi semakin tak kuasa menahan air mata ini untuk jatuh. Lebay???memang, cause u’re not in my position. If you were me, what’ll you gonna do??? Have that tes by force???, yeah…that’s what I’m thinking when I was on phone with my mom. Loh ko jadi English semua postinganku, ya biarin.. Toh, aku lebih expert di English ketimbang di biologi. Aku nggak bermaksud untuk menjatuhkana nama baik biologi, karena sekali lagi Biologi di Unair itu The Best! Hanya saja aku nggak bisa mengimbangi ke-Best-annya itu dengan prestasiku yang nothing ini. Like my brother said,” Jurusan IPA itu lebih disegani di masyarakat.” . 
:berduka

Aku tahu itu, dan aku tahu kalau masku sedang mencoba menenangkan aku yang sedang menangis meminta pindah jurusan ke IPS. Terima kasih banyak, tapi bukan itu yang aku mau. Maaf kalau selama ini aku selalu menyusahkanmu mas, juga ibu, bapak, dan Mbak Fery. Tapi aku sedang kondisi yang tertekan. Aku tak bisa kuliah dengan kondisi seperti ini (dalam kondisi yang you know lah, frustatated, depressed). Andai mereka tahu apa yang aku inginkan, kalau sebenarnya aku Ingin kuliah di Komunikasi, ataupun kalau tidak Sastra Inggris lah. Those two things I like so much. 


Ya sudahlah, karena aku hanya bisa menyampaikan isi hatiku ini di blog ini, sebagai saran kepada yang mau kuliah aja. Don’t ever stop to get what you want. Jangan kayak aku ini, karena dulu terlalu senang keterima di Biologi, aku sudah lupa akan tujuan awalku, Komunikasi. 

Aku berpikir, masih banyak temanku yang belum mendapatkan sekolah, lagipula aku tidak mau merepotkan orang tua dan kakak-kakakku untuk biaya tes lagi dan semacamnya. But what???teman-teman yang kucintai di atas tadi tetap saja mengikuti segala macam ujian masuk meskipun mereka sudah diterima di perguruan tinggi lain yang juga nggak kalah heboh, bahkan dengan menghabiskan berjuta-juta untuk mendapatkan jurusan yang mereka inginkan. Rasanya seperti apa yang sudah kulakukan selama ini percuma, sia-sia. Tau gitu aku tahun kemarin juga ikut SNMPTN biar aku bisa mendapat jurusan yang sesuai keinginanku. 
:berduka

Ya Allah…berikan petunjukmu. Ku tak sanggup lagi jalani hidup denganmu….itulah potongan lirik Glen Freddly yang berjudul Terserah, lagu itu cocok dengan situasiku saat ini. Bedanya, jika Glen bercerita tentang masalah percintaan yang berkemelut tak berkesudahan, aku lebih menceritakan tentang perkuliahanku yang bagai kemelut tiada akhir. 


Aku tak menginginkan embel-embel cumlaude , mawapres(mahasiswa berprestasi,red), dan kawan-kawannya. Yang kuingin han ya aku bisa lulus tepat waktu saja, yaitu 4tahun dengan IP di atas 3, dan aku tidak memperhitungkan berapa angka decimal yang ada di belakangnya. That’s all. Is that enough for me??And I said,”Sangat!!”. Karena bisa lulus saja dari jurusan yang membuatku banting tulang belajar suntuk-suntukkan ini adalah hal yang sangat incredible. Masalah lulus dengan waktu 3,5 tahun atau IPK cumlaude adalah bonus. Yang bila tidak dapat kuraih nanti, it means ya aku tidak dapat bonus. Easy kan????Hea Eyalah. 
:mewek

Kalau saja semua orang tahu gimana susahnya mendapat IP segitu, dan kalau saja mereka tahu begitu sulitnya mengerjakan UTS dan UAS yang notabene harus dikerjakan sendiri karena ketatnya penjagaan dan begitu banyaknya soal yang harus dijawab, belum lagi atmosfer yang dirasakan selama ujian berlangsung. Serasa kembali mengikuti ujian masuk di perguruan tinggi. Hello???aku sudah menjadi mahasiswa kale. OK, OK aku sudah melenceng terlalu jauh. Mungkin bila kuteruskan postingan ini tentunya akan menimbulkan sara dan sebagainya.

One Response so far.

  1. Wah ni cerita hampir sama ma aku, kebingungan di awal semester. Ku juga sempat mau ikut SNMPTN lagi, tapi tiap ngobrol2 ma kakak2 senior, pasti ku jadi semangat lagi buat bertahan. Dan akhirnya, g' terasa dah masuk semester 4 juga.

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Thursday, May 13, 2010

Tak Boleh Ikut SNMPTN Lagi

Like the title…itulah yang saat ini tengah terjadi padaku. Proposalku ditolak mentah-mentah oleh ayah ibuku. Well, that’s cruel, but that’s life supposed to be. Aku yang sudah masuk semester 2 ini tak diijinkan untuk ikut SNMPTN lagi, padahal aku sangat amat dan benar-benar menginginkan untuk pindah jurusan, yaitu Komunikasi. Nama itu terngiang-ngiang di benakku, selalu. Tapi apa daya, 2 people already said no! lanjut dengan kakak-kakakku. 

Mereka sebenarnya juga tidak begitu menginginkan aku untuk mengikuti SNMPTN lagi, mengingat aku sudah setahun kuliah di Biologi. They thought that that I was happy to be here, but that wasn’t the truth. Aku belajar??, jangan ditanya lagi. Mati-matian aku belajar, tapi hasil ujian baik UAS maupun UTS berkata lain. Mungkin itu bukan keberuntunganku, tapi apa benar kesialan terus berlangsung selama 2 semester????. 
:mewek
Menangis-nangis, tersedu-sedu, bahkan termehek-mehek udah aku jalani untuk memohon kepada mereka, tapi mendengar kata ibuku yang secara langsung berkata tidak dengan tegas dan jelas, aku menjadi semakin tak kuasa menahan air mata ini untuk jatuh. Lebay???memang, cause u’re not in my position. If you were me, what’ll you gonna do??? Have that tes by force???, yeah…that’s what I’m thinking when I was on phone with my mom. Loh ko jadi English semua postinganku, ya biarin.. Toh, aku lebih expert di English ketimbang di biologi. Aku nggak bermaksud untuk menjatuhkana nama baik biologi, karena sekali lagi Biologi di Unair itu The Best! Hanya saja aku nggak bisa mengimbangi ke-Best-annya itu dengan prestasiku yang nothing ini. Like my brother said,” Jurusan IPA itu lebih disegani di masyarakat.” . 
:berduka

Aku tahu itu, dan aku tahu kalau masku sedang mencoba menenangkan aku yang sedang menangis meminta pindah jurusan ke IPS. Terima kasih banyak, tapi bukan itu yang aku mau. Maaf kalau selama ini aku selalu menyusahkanmu mas, juga ibu, bapak, dan Mbak Fery. Tapi aku sedang kondisi yang tertekan. Aku tak bisa kuliah dengan kondisi seperti ini (dalam kondisi yang you know lah, frustatated, depressed). Andai mereka tahu apa yang aku inginkan, kalau sebenarnya aku Ingin kuliah di Komunikasi, ataupun kalau tidak Sastra Inggris lah. Those two things I like so much. 


Ya sudahlah, karena aku hanya bisa menyampaikan isi hatiku ini di blog ini, sebagai saran kepada yang mau kuliah aja. Don’t ever stop to get what you want. Jangan kayak aku ini, karena dulu terlalu senang keterima di Biologi, aku sudah lupa akan tujuan awalku, Komunikasi. 

Aku berpikir, masih banyak temanku yang belum mendapatkan sekolah, lagipula aku tidak mau merepotkan orang tua dan kakak-kakakku untuk biaya tes lagi dan semacamnya. But what???teman-teman yang kucintai di atas tadi tetap saja mengikuti segala macam ujian masuk meskipun mereka sudah diterima di perguruan tinggi lain yang juga nggak kalah heboh, bahkan dengan menghabiskan berjuta-juta untuk mendapatkan jurusan yang mereka inginkan. Rasanya seperti apa yang sudah kulakukan selama ini percuma, sia-sia. Tau gitu aku tahun kemarin juga ikut SNMPTN biar aku bisa mendapat jurusan yang sesuai keinginanku. 
:berduka

Ya Allah…berikan petunjukmu. Ku tak sanggup lagi jalani hidup denganmu….itulah potongan lirik Glen Freddly yang berjudul Terserah, lagu itu cocok dengan situasiku saat ini. Bedanya, jika Glen bercerita tentang masalah percintaan yang berkemelut tak berkesudahan, aku lebih menceritakan tentang perkuliahanku yang bagai kemelut tiada akhir. 


Aku tak menginginkan embel-embel cumlaude , mawapres(mahasiswa berprestasi,red), dan kawan-kawannya. Yang kuingin han ya aku bisa lulus tepat waktu saja, yaitu 4tahun dengan IP di atas 3, dan aku tidak memperhitungkan berapa angka decimal yang ada di belakangnya. That’s all. Is that enough for me??And I said,”Sangat!!”. Karena bisa lulus saja dari jurusan yang membuatku banting tulang belajar suntuk-suntukkan ini adalah hal yang sangat incredible. Masalah lulus dengan waktu 3,5 tahun atau IPK cumlaude adalah bonus. Yang bila tidak dapat kuraih nanti, it means ya aku tidak dapat bonus. Easy kan????Hea Eyalah. 
:mewek

Kalau saja semua orang tahu gimana susahnya mendapat IP segitu, dan kalau saja mereka tahu begitu sulitnya mengerjakan UTS dan UAS yang notabene harus dikerjakan sendiri karena ketatnya penjagaan dan begitu banyaknya soal yang harus dijawab, belum lagi atmosfer yang dirasakan selama ujian berlangsung. Serasa kembali mengikuti ujian masuk di perguruan tinggi. Hello???aku sudah menjadi mahasiswa kale. OK, OK aku sudah melenceng terlalu jauh. Mungkin bila kuteruskan postingan ini tentunya akan menimbulkan sara dan sebagainya.

1 comment:

  1. Wah ni cerita hampir sama ma aku, kebingungan di awal semester. Ku juga sempat mau ikut SNMPTN lagi, tapi tiap ngobrol2 ma kakak2 senior, pasti ku jadi semangat lagi buat bertahan. Dan akhirnya, g' terasa dah masuk semester 4 juga.

    ReplyDelete

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .