Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

Pasti kalian sudah tidak asing dengan istilah copas atau copy paste, yaitu kegiatan mengkopi sesuatu tanpa seijin ataupun dengan ijin kemudian mempastenya menjadi milik kalian. Hampir dalam segala hal budaya copas ini sudah menjamur di masyarakat, apalagi pelajar dan mahasiswa. Mulai dari tugas, laporan, makalah, PKM, bahkan untuk tingkat tinggi seperti tugas akhir atau TA dan skripsi (meskipun aku belum mengalami yang namanya TA dan skripsi).
Tak dapat dipungkiri, kita tidak dapat lepas dari budaya ini. Kehadiran internet memang sangat berguna dalam hal copas ini, tinggal klik saja kita sudah bisa menjelajah dunia. Tugas paper yang harusnya selesai dalam satu minggu, bisa langsung selesai dalam satu hari bahkan dalam hitungan jam. Kita tidak perlu munafik akan hal tersebut. Aku sendiri bahkan bisa dikategorikan dalam golongan orang-orang yang sukanya copas. Tapi, dari postingan ini, aku tidak ingin menyalahkan diriku sendiri ataupun orang-orang yang sukanya copas, karena copas itu juga perlu, namun jangan sampai kelewatan. Tipsnya adalah kita ambil bagian yang menurut kita penting, kemudian kembangkan sendiri bagian itu dengan kalimat kita sendiri. Jadi, jangan semuanya dicopy paste. Kalaupun kita mengcopy paste, jangan lupa sertakan sumbernya.
Berlatih menulis (maksudnya membuat sebuah tulisan, bukan belajar menulis seperti waktu di Sekolah Dasar) juga merupakan suatu hal yang sangat membantu. Dikatakan membantu karena dengan kita menulis kita akan terbiasa untuk membuat sebuah kalimat-kalimat yang tersusun rapi, kronologis, dan komuniktif. Rapi di sini maksudnya adalah kita akan terbiasa akan tanda baca, ejaan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tata bahasa dalam sebuah tulisan. Kronologis, maksudnya adalah kita dapat menulis dengan memperhatikan tingkat kejadian yang kita tulis sesuai dengan urutan waktu. Karena apapun tulisan kita, kita pasti akan bertemu dengan yang namanya urutan, entah itu urutan kejadian, proses, dan lain-lain. Yang ketiga yaitu komunikatif, yang dimaksud di sini adalah selain kita menulis dengan susunan yang rapi dan kronologis, kita juga harus bisa menyampaikan apa yag kita tulis tersebut kepada pembaca. Singkatnya, pembaca bisa membaca dan mengerti apa yang kita tulis. Jangan sampai kita sudah capek-capek menulis berlembar-lembar tapi pembaca tidak mengerti apa yang hendak kita sampaikan dalam tulisan kita karena bahasanya yang kurang komunikatif.
Kembali lagi pada budaya copas, kita dapat mengakalinya dengan berbagai macam hal yang biasa kita lakukan dengan copas ini. Misalnya seperti menulis postingan blog, jika kita sedang tidak ada inspirasi, kita bisa cari-cari artikel yang menarik atau berita yang sedang actual. Kita baca artikel tersebut, kemudian catat hal-hal penting di dalamnya, kemudian tulislah kembali dalam blog kamu namun menggunakan bahasa dan kalimat kamu sendiri. Kalaupun kita masih kurang dengan satu artikel tadi, kita bisa mencari lagi artikel yang sama dengan sumber yang berbeda sebagai pembanding dan pelengkap artikel kita. Nah, gampang kan??.
Dengan terbiasa melakukan hal tersebut di atas, kita akan terbiasa dengan yang namanya menulis. Entah itu menulis artikel, laporan, paper, PKM, bahkan untuk Tugas Akhir ataupun Skripsi. Setidaknya kita sudah mempunyai bekal untuk menuju ke arah sana. Jadi, banyak-banyak mencari informasi yah… 

Media informasi sangatlah banyak mulai dari TV, Radio, Internet, dan lain-lain. Kalaupun di TV sekarang ini lagi marak beritanya Ariel yang selalu saja memenuhi semua Stasiun TV, kita kan masih punya internet yang jauh lebih praktis dan lebih variatif. 

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Monday, July 19, 2010

Biasakan Untuk Tidak Membudayakan Co-Pas

Pasti kalian sudah tidak asing dengan istilah copas atau copy paste, yaitu kegiatan mengkopi sesuatu tanpa seijin ataupun dengan ijin kemudian mempastenya menjadi milik kalian. Hampir dalam segala hal budaya copas ini sudah menjamur di masyarakat, apalagi pelajar dan mahasiswa. Mulai dari tugas, laporan, makalah, PKM, bahkan untuk tingkat tinggi seperti tugas akhir atau TA dan skripsi (meskipun aku belum mengalami yang namanya TA dan skripsi).
Tak dapat dipungkiri, kita tidak dapat lepas dari budaya ini. Kehadiran internet memang sangat berguna dalam hal copas ini, tinggal klik saja kita sudah bisa menjelajah dunia. Tugas paper yang harusnya selesai dalam satu minggu, bisa langsung selesai dalam satu hari bahkan dalam hitungan jam. Kita tidak perlu munafik akan hal tersebut. Aku sendiri bahkan bisa dikategorikan dalam golongan orang-orang yang sukanya copas. Tapi, dari postingan ini, aku tidak ingin menyalahkan diriku sendiri ataupun orang-orang yang sukanya copas, karena copas itu juga perlu, namun jangan sampai kelewatan. Tipsnya adalah kita ambil bagian yang menurut kita penting, kemudian kembangkan sendiri bagian itu dengan kalimat kita sendiri. Jadi, jangan semuanya dicopy paste. Kalaupun kita mengcopy paste, jangan lupa sertakan sumbernya.
Berlatih menulis (maksudnya membuat sebuah tulisan, bukan belajar menulis seperti waktu di Sekolah Dasar) juga merupakan suatu hal yang sangat membantu. Dikatakan membantu karena dengan kita menulis kita akan terbiasa untuk membuat sebuah kalimat-kalimat yang tersusun rapi, kronologis, dan komuniktif. Rapi di sini maksudnya adalah kita akan terbiasa akan tanda baca, ejaan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tata bahasa dalam sebuah tulisan. Kronologis, maksudnya adalah kita dapat menulis dengan memperhatikan tingkat kejadian yang kita tulis sesuai dengan urutan waktu. Karena apapun tulisan kita, kita pasti akan bertemu dengan yang namanya urutan, entah itu urutan kejadian, proses, dan lain-lain. Yang ketiga yaitu komunikatif, yang dimaksud di sini adalah selain kita menulis dengan susunan yang rapi dan kronologis, kita juga harus bisa menyampaikan apa yag kita tulis tersebut kepada pembaca. Singkatnya, pembaca bisa membaca dan mengerti apa yang kita tulis. Jangan sampai kita sudah capek-capek menulis berlembar-lembar tapi pembaca tidak mengerti apa yang hendak kita sampaikan dalam tulisan kita karena bahasanya yang kurang komunikatif.
Kembali lagi pada budaya copas, kita dapat mengakalinya dengan berbagai macam hal yang biasa kita lakukan dengan copas ini. Misalnya seperti menulis postingan blog, jika kita sedang tidak ada inspirasi, kita bisa cari-cari artikel yang menarik atau berita yang sedang actual. Kita baca artikel tersebut, kemudian catat hal-hal penting di dalamnya, kemudian tulislah kembali dalam blog kamu namun menggunakan bahasa dan kalimat kamu sendiri. Kalaupun kita masih kurang dengan satu artikel tadi, kita bisa mencari lagi artikel yang sama dengan sumber yang berbeda sebagai pembanding dan pelengkap artikel kita. Nah, gampang kan??.
Dengan terbiasa melakukan hal tersebut di atas, kita akan terbiasa dengan yang namanya menulis. Entah itu menulis artikel, laporan, paper, PKM, bahkan untuk Tugas Akhir ataupun Skripsi. Setidaknya kita sudah mempunyai bekal untuk menuju ke arah sana. Jadi, banyak-banyak mencari informasi yah… 

Media informasi sangatlah banyak mulai dari TV, Radio, Internet, dan lain-lain. Kalaupun di TV sekarang ini lagi marak beritanya Ariel yang selalu saja memenuhi semua Stasiun TV, kita kan masih punya internet yang jauh lebih praktis dan lebih variatif. 

No comments:

Post a Comment

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .