Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

Assalamualaikum.. Sudah sebulan penuh kita berpuasa, akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nanti. Adalah 1 Syawal 1431 Hijriah, bertepatan dengan hari Jumat 10 September 2010 Masehi. Ini adalah tahu kedua aku berpuasa di Surabaya. Meskipun tidak se-lama tahun kemarin, tapi aku tetap meraskan feelnya. Malah, menurutku ramadhan tahun ini lebih terasa daripada tahun kemarin. Aku lebih rajin beribadah tarawih dan tadarus. 

Meskipun tahun ini aku ikut ngospek, tapi untungnya hanya berlangsung seminggu saja. Sehingga aku bisa lebih focus ke bulan ramadhan. Yah, itulah tadi sekilas tentang puasa ramadhan tahun ini. Selanjutnya aku akan menceritakan tentang kisah Idul Fitri di kota kelahiranku, Madiun.

Pada H-1, ibu dan aku sudah mulai bersiap-siap menyambut Idul Fitri. Kami mulai menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan kami masak dan akan dihidangkan pada keesokan harinya. Karena tahun ini kakak-kakakku Mas Yuyut dan Mbak Fery tidak pulang, jadi kami harus ekstra kerjanya. Mulai dari ekstra tenaga, hingga ekstra uangnya,hahaha. Tapi untunglah pada sehari sebelum Idul Fitri, kerabat kami Pak Prawoto dari Tulung Agung datang. Senangnya, akhirnya saat-saat Idul Fitri kami bisa berkumpul bersama sanak keluarga.

Pada malam H-1, aku mengajak Candra, Wahyu, dan Catur untuk melihat suasana takbiran di Alun-Alun Madiun. Hemmm, jalanan macet total. Dan sayangnya kami (aku dan Candra) terpisah dengan Wahyu dan Catur. Sehingga Wahyu dan Catur memutuskan untuk pulang duluan, sementara aku dan Candra berhenti sebentar di Alun-alun untuk melihat kembang api. Ini dia foto-fotonya…

Malam takbir @Alun-alun Madiun

Maap, kamera HP…jadi ya agak ngeblur fotonya..hehehe

                                           
Pada Hari H nya, pagi-pagi kami sudah bangun untuk bersiap-siap pergi ke masjid desaku untuk menunaikan ibadah sholat Ied. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, mandi harus ngantri.. hahahaha. Ini dia penampilan kami sebelum ke masjid. Selesai sholat Ied, kami kemudian pulang ke rumah untuk sungkem ke orang yang lebih tua, terutama nenek kami tercinta…hehehe. 

Setelah itu dilanjutkan sar pan pagi dan mulai lagi beraktivitas untuk acara Open House kecil-kecilan, wekeke. Bukan..bukan Open House, tapi memang sudah tradisi kalau Idul Fitri itu kita harus bersilaturahmi datang ke rumah saudara, apaagi tetangga. Jadi ya kami menyiapkan jajanan, minuman, bahkan makanan untuk orang yang bersilaturahmi ke rumah kami.

Yang membuat beda rumahku dengan rumah tetanggaku lainnya adalah.. Kalau di rumahku ibuku selalu membuat cocktail yang nantinya diberikan kepada tamu. Adapun ibuku memasak makanan yang nantinya juga diberikan kepada Saudara yang datang waktu hari H. Jadi bisa dibayangkan, betapa sibuknya kami waktu itu. Di lain sisi kami menyalami satu persatu tamu, kemudian mengambilkan minuman dan minuman kepada tamu ataupun saudara yang jumlahnya lumayan banyak, terus menyuci kembali piring dan gelas yang sudah terpakai saat itu juga dikarenakan masih banyak tamu yang nantinya akan datang. Dan tidak ada pembantu yang membantu kami, aka kami melakukan ktu sendiri. 

Hemmmm….memang melelahkan, tapi kami sekeluarga melakukannya dengan rasa gembira dan ikhlas tentunya. Karena kapan lagi kami bisa memberi suguhan ala lebaran jika bukan waktu momen lebaran seperti ini.
Berangkat solat Ied (kiri-kanan : Tante Yayuk, Ibuku, gua)
                                             
Open house...tamunya banyak banget....
                                                            
Kiri-kanan : Catur, Tante Yayuk, Wahyu, Ibu, aku.


One Response so far.

  1. Fandri says:

    Minal aidin wal fa idin....

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Sunday, September 26, 2010

Idul Fitri 1431 H

Assalamualaikum.. Sudah sebulan penuh kita berpuasa, akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nanti. Adalah 1 Syawal 1431 Hijriah, bertepatan dengan hari Jumat 10 September 2010 Masehi. Ini adalah tahu kedua aku berpuasa di Surabaya. Meskipun tidak se-lama tahun kemarin, tapi aku tetap meraskan feelnya. Malah, menurutku ramadhan tahun ini lebih terasa daripada tahun kemarin. Aku lebih rajin beribadah tarawih dan tadarus. 

Meskipun tahun ini aku ikut ngospek, tapi untungnya hanya berlangsung seminggu saja. Sehingga aku bisa lebih focus ke bulan ramadhan. Yah, itulah tadi sekilas tentang puasa ramadhan tahun ini. Selanjutnya aku akan menceritakan tentang kisah Idul Fitri di kota kelahiranku, Madiun.

Pada H-1, ibu dan aku sudah mulai bersiap-siap menyambut Idul Fitri. Kami mulai menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan kami masak dan akan dihidangkan pada keesokan harinya. Karena tahun ini kakak-kakakku Mas Yuyut dan Mbak Fery tidak pulang, jadi kami harus ekstra kerjanya. Mulai dari ekstra tenaga, hingga ekstra uangnya,hahaha. Tapi untunglah pada sehari sebelum Idul Fitri, kerabat kami Pak Prawoto dari Tulung Agung datang. Senangnya, akhirnya saat-saat Idul Fitri kami bisa berkumpul bersama sanak keluarga.

Pada malam H-1, aku mengajak Candra, Wahyu, dan Catur untuk melihat suasana takbiran di Alun-Alun Madiun. Hemmm, jalanan macet total. Dan sayangnya kami (aku dan Candra) terpisah dengan Wahyu dan Catur. Sehingga Wahyu dan Catur memutuskan untuk pulang duluan, sementara aku dan Candra berhenti sebentar di Alun-alun untuk melihat kembang api. Ini dia foto-fotonya…

Malam takbir @Alun-alun Madiun

Maap, kamera HP…jadi ya agak ngeblur fotonya..hehehe

                                           
Pada Hari H nya, pagi-pagi kami sudah bangun untuk bersiap-siap pergi ke masjid desaku untuk menunaikan ibadah sholat Ied. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, mandi harus ngantri.. hahahaha. Ini dia penampilan kami sebelum ke masjid. Selesai sholat Ied, kami kemudian pulang ke rumah untuk sungkem ke orang yang lebih tua, terutama nenek kami tercinta…hehehe. 

Setelah itu dilanjutkan sar pan pagi dan mulai lagi beraktivitas untuk acara Open House kecil-kecilan, wekeke. Bukan..bukan Open House, tapi memang sudah tradisi kalau Idul Fitri itu kita harus bersilaturahmi datang ke rumah saudara, apaagi tetangga. Jadi ya kami menyiapkan jajanan, minuman, bahkan makanan untuk orang yang bersilaturahmi ke rumah kami.

Yang membuat beda rumahku dengan rumah tetanggaku lainnya adalah.. Kalau di rumahku ibuku selalu membuat cocktail yang nantinya diberikan kepada tamu. Adapun ibuku memasak makanan yang nantinya juga diberikan kepada Saudara yang datang waktu hari H. Jadi bisa dibayangkan, betapa sibuknya kami waktu itu. Di lain sisi kami menyalami satu persatu tamu, kemudian mengambilkan minuman dan minuman kepada tamu ataupun saudara yang jumlahnya lumayan banyak, terus menyuci kembali piring dan gelas yang sudah terpakai saat itu juga dikarenakan masih banyak tamu yang nantinya akan datang. Dan tidak ada pembantu yang membantu kami, aka kami melakukan ktu sendiri. 

Hemmmm….memang melelahkan, tapi kami sekeluarga melakukannya dengan rasa gembira dan ikhlas tentunya. Karena kapan lagi kami bisa memberi suguhan ala lebaran jika bukan waktu momen lebaran seperti ini.
Berangkat solat Ied (kiri-kanan : Tante Yayuk, Ibuku, gua)
                                             
Open house...tamunya banyak banget....
                                                            
Kiri-kanan : Catur, Tante Yayuk, Wahyu, Ibu, aku.


1 comment:

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .