Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

Hari ini, sesuai jam yang sudah aku janjikan ke teman-temanku, aku membuka emailku. Ternyata belum ada email yang masuk alias inboxku masih kosong. Aku tak tahu sampai kapan inboxku ini akan terisi dengan email tugas yang sudah kuinstruksikan untuk segera dicari bahannya di internet dan mengirimkannya ke aku dengan format yang sudah aku sms kan jauh-jauh hari sebelumnya. Terkadang, bahkan sering sekali aku menjadi PJ (Penanggung jawab) untuk laporan dan tugas kelompok. Memang kelihatannya terdengar "wah". Tapi apakah "wah" ini bisa menjamin aku untuk bisa mendapat nilai akademik yang memuaskan? (baca IP).  

Dalam setiap praktikum, aku sudah berkelompok dengan begitu banyak mahasiswa di jurusanku, sehingga aku hampir hafal karakter dari semua teman-temanku satu kelompok. Akan tetapi, sangatlah melelahkan menjadi PJ bagi suatu kelompok. Semakin banyak anggota, semakin pusing aku membagi tugasnya. Akan tetapi, entah mengapa aku tidak bisa menerapkan hal ini dalam setiap kepanitiaan yang aku ikuti. Malahan, di kepanitiaan itu akulah yang dikoordinir. Apakah ini aku nya yang tidak bisa dalam berpanitia, ataukah mereka saja yang tidak bisa dalam tugas kelompok.

Dari sekian banyak teman-temanku dengan berbagai karakter tentunya, ada yang Study Oriented dan ada yang berjiwa organisasi, dari kedua jenis mahasiswa tersebut ternyata tidak menjamin dia bisa membagi tugas (menjadi motor) dalam menyelesaikan suatu laporan atau tugas. dengan berbagai alasan tentunya, entah si organisatoris tadi terlalu sibuk dengan organisasinya, ataupun si Study Orienteed tadi sibuk dengan penelitiannya atau belajarnya. Intinya sama, buatku mereka belum bisa menjadi motor bagi orang lain. 

Aku bukannya ingin menjudge mereka, karena ini adalah hidup mereka. Akan tetapi, sangatlah melelahkan apabila kita harus menjadi motor sekaligus time keeper yang kerjaannya menggerakkan teman-teman kita, membagi tugas, dan selalu mengingatkan mereka akan job disk yang harus mereka kerjakan dan kumpulkan sesuai deadline. 
Jadi, apabila kamu sudah merasa di atas, entah itu kamu sudah merasa bisa menjadi seorange pemimpin di suatu organisasi, ataupun ketua dalam suatu penelitian, janganlah kamu berkpoa-koar bahwa kamu adalah seorang motor bagi orang lain, apalagi orang di sekitarmu. Mengapa orang di sekitarmu ? Karena kamu lebih sering bergaul dan bekerja dengan orang di sekitarmu. Apabila kamu bisa menggerakkan semuanya (organisasi, Study Oriented, Orang di sekitarmu), barulah kamu bisa berkoar-koar dan bisa menjadi motor bagi orang lain.

One Response so far.

  1. Anonymous says:

    Apakah ini aku nya yang tidak bisa dalam berpanitia, ataukah mereka saja yang tidak bisa dalam tugas kelompok. "pemikiran yang asik.. :) "

    harusnya bangga donk, untuk bisa menjabat sebagai manajer kelompok...

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Tuesday, December 7, 2010

Sangat Sulit Menjadi Motor bagi Orang Lain

Hari ini, sesuai jam yang sudah aku janjikan ke teman-temanku, aku membuka emailku. Ternyata belum ada email yang masuk alias inboxku masih kosong. Aku tak tahu sampai kapan inboxku ini akan terisi dengan email tugas yang sudah kuinstruksikan untuk segera dicari bahannya di internet dan mengirimkannya ke aku dengan format yang sudah aku sms kan jauh-jauh hari sebelumnya. Terkadang, bahkan sering sekali aku menjadi PJ (Penanggung jawab) untuk laporan dan tugas kelompok. Memang kelihatannya terdengar "wah". Tapi apakah "wah" ini bisa menjamin aku untuk bisa mendapat nilai akademik yang memuaskan? (baca IP).  

Dalam setiap praktikum, aku sudah berkelompok dengan begitu banyak mahasiswa di jurusanku, sehingga aku hampir hafal karakter dari semua teman-temanku satu kelompok. Akan tetapi, sangatlah melelahkan menjadi PJ bagi suatu kelompok. Semakin banyak anggota, semakin pusing aku membagi tugasnya. Akan tetapi, entah mengapa aku tidak bisa menerapkan hal ini dalam setiap kepanitiaan yang aku ikuti. Malahan, di kepanitiaan itu akulah yang dikoordinir. Apakah ini aku nya yang tidak bisa dalam berpanitia, ataukah mereka saja yang tidak bisa dalam tugas kelompok.

Dari sekian banyak teman-temanku dengan berbagai karakter tentunya, ada yang Study Oriented dan ada yang berjiwa organisasi, dari kedua jenis mahasiswa tersebut ternyata tidak menjamin dia bisa membagi tugas (menjadi motor) dalam menyelesaikan suatu laporan atau tugas. dengan berbagai alasan tentunya, entah si organisatoris tadi terlalu sibuk dengan organisasinya, ataupun si Study Orienteed tadi sibuk dengan penelitiannya atau belajarnya. Intinya sama, buatku mereka belum bisa menjadi motor bagi orang lain. 

Aku bukannya ingin menjudge mereka, karena ini adalah hidup mereka. Akan tetapi, sangatlah melelahkan apabila kita harus menjadi motor sekaligus time keeper yang kerjaannya menggerakkan teman-teman kita, membagi tugas, dan selalu mengingatkan mereka akan job disk yang harus mereka kerjakan dan kumpulkan sesuai deadline. 
Jadi, apabila kamu sudah merasa di atas, entah itu kamu sudah merasa bisa menjadi seorange pemimpin di suatu organisasi, ataupun ketua dalam suatu penelitian, janganlah kamu berkpoa-koar bahwa kamu adalah seorang motor bagi orang lain, apalagi orang di sekitarmu. Mengapa orang di sekitarmu ? Karena kamu lebih sering bergaul dan bekerja dengan orang di sekitarmu. Apabila kamu bisa menggerakkan semuanya (organisasi, Study Oriented, Orang di sekitarmu), barulah kamu bisa berkoar-koar dan bisa menjadi motor bagi orang lain.

1 comment:

  1. Apakah ini aku nya yang tidak bisa dalam berpanitia, ataukah mereka saja yang tidak bisa dalam tugas kelompok. "pemikiran yang asik.. :) "

    harusnya bangga donk, untuk bisa menjabat sebagai manajer kelompok...

    ReplyDelete

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .