Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM
PERTUMBUHAN POPULASI Paramaecium sp. dan
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
Hari/tanggal Praktikum : Senin, 13 Desember 2010.        
Jam:12.30-14.20 WIB




Disusun oleh :
1.    Ratih Kuspriyadani        (080914023)
2.    Christian Agung            (080914028)
3.    Clara Puspita            (080914067)   


Dosen pembimbing :
Dra. Thin Soedarti, CESA
Dr. Sucipto Hariyanto, DEA.


PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2010

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Populasi adalah kumpulan dari makhluk hidup yang sejenis yang tinggal atau mendiami suatu lokasi. Populasi yang ada di suatu tempat akan terus dan selalu berubah-ubah setiap saat, dikarenakan oleh perubahan jumlah individu yang mendiami suatu populasi tersebut. Bergantung pada faktor lingkungan jumlah individu dapat bertambah ataupun berkurang. Bila sumber daya berlimpah tidak terbatas, maka populasi akan tumbuh secara cepat secara eksponensial. Tetapi jarang sekali pertumbuhan populasi mengikuti pertumbuhan secara eksponensial, atau tipe pertumbuhan tersebut hanya terjadi di awal pertumbuhan ketika jumlah individu masih sangat sedikit dan daya dukung lingkungan untuk mendukung pertumbuhan masih sangat besar.
Makin banyak individu yang mendiami suatu tempat, maka makin berkurang pula kemungkinan setiap individu untuk mendapatkan makanan dan sumber daya lainnya. Untuk mempertahnkan hidupnya, maka individu mau tidak mau akan berkompetisi untuk mendapatkan kebutuhan makanan maupun sumber daya yang akan menunjang kehidupannya.
Bila jumlah individu lebih banyak daripada daya dukung lingkungan, maka populasi akan kekurangan sumber daya sehingga tingkat reproduksinya akan menurun, dan akibatnya maka ukuran populasi mengecil. Secara teoritik jumlah individu akan stabil di sekitar daya dukung lingkungan, dan dengan demikian ukuran populasi akan konstan. Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian, yang sering terjadi adalah berfluktasi di atas  dan di bawah harga daya dukung lingkungan. Ini disebabkan karena populasi memerlukan waktu untuk beradptasi dengan perubahan lingkungan.

1.2    Tujuan
1.    Mengetahui pertumbuhan populasi Paramaecium sp. secara eksponensial atau non eksponensial.
2.    Mengetahui nilai daya dukung lingkungan dari populasi  


1.3    Rumusan Masalah
1.    Apakah pertumbuhan Paramaecium sp. akan mengikuti pertumbuhan secara eksponensial?.
2.    Berapakah nilai daya dukung lingkungan dari populasi  Paramaecium sp.?.

1.4    Hipotesis
1.    Pertumbuhan Paramaecium sp. tidak akan mengikuti pertumbuhan secara eksponesial karena daya dukung lingkungan sangat terbatas.
2.    Apabila jumlah individu lebih besar daripada daya dukung lingkungan maka populasi akan kekurangan sumber daya sehingga tingkat reproduksinya menurun.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Mengenai Paramaecium sp

    Menurut Colin (1983), Paramaecium sp termasuk dalam :
Domain     : Eukaryota
Kerajaan     : protista
Filum     : Ciliophora
Kelas     : Ciliatea
Ordo     : Peniculida
Famili     : Parameciidae
Genus     : Paramaecium sp.

    Paramaecium sp adalah makhluk bersel tunggal bersilia. Spesies Paramaecium sp dapat dibedakan dari ciliates lain dengan cerutu atau bentuk sepatu dan membran bergelombang dalam peristom, yaitu alur yang mengarah ke sitostom, di mana terbentuk vakuola makanan. Sebagian besar Paramaecium sp adalah sebagai ordo dari protista dengan lebar 0,5 mm dan panjang mungkin mencapai 1/3 dari lebarnya (Caprette, 1995).

2.2 Tinjauan tentang  Konsep Daya Dukung Lingkungan

Daya dukung lingkungan mengandung pengertian kemampuan suatu tempat dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara optimum dalam periode waktu yang panjang. Daya dukung lingkungan dapat pula diartikan kemampuan lingkungan memberikan kehidupan organisme secara sejahtera dan lestari bagi penduduk yang mendiami suatu kawasan.  Konsep daya dukung lingkungan berasal dari pengelolaan hewan ternak dan satwa liar (Soemarwoto, 1997).
    Pada taraf konsep paling awal, daya dukung (carrying capacity) menjelaskan hubungan antara ukuran suatu populasi dengan perubahan dalam sumber-sumberdaya tempat bergantungnya populasi tersebut. Diasumsikan terdapat suatu ukuran populasi optimal yang dapat ditopang oleh sumberdaya yang ada. Konsep ini dasarnya diaplikasikan untuk menjelaskan laju stok maksimum dalam suatu area (Odum, 1959). Jelaslah, proses menentukan daya dukung suatu lingkungan meniscayakan adanya suatu ukuran sebagai acuan untuk menetapkan apa yang akan dioptimumkan (Kurnia, 2005). Odum (1971) juga menegaskan bahwa daya dukung lingkungan merupakan jumlah populasi organisme yang kehidupannya dapat didukung oleh suatu kawasan atau ekosistem.
    Menurut Chusnia (2009) daya dukung dapat dibedakan dalam beberapa tingkat, yaitu daya dukung maksimum, daya dukung subsisten, daya dukung optimum, dan daya dukung suboptimum. Daya dukung maksimum menunjukkan jumlah maksimum hewan yang dapat didukung per satuan luas lahan. Dengan jumlah hewan yang maksimum, makanan sebenarnya tidak cukup. Walaupun hewan itu masih hidup, tetapi hewan itu tidak sehat, kurus, dan lemah serta mudah terserang oleh penyakit dan hewan pemangsa. Padang penggembalaan akan mengalami kerusakan, karena menjadi padat terinjak-injak; rumput dan tumbuhan lain termakan lebih cepat daripada kemampuan regenerasi.



BAB III
METODOLOGI

3.1 Tempat dan Waktu Praktikum

Praktikum dilaksanakan di ruang 226 FSAINTEK Kampus C Unair, pada tanggal 16 hingga 27 desember 2010.


3.2 Alat dan Bahan yang Digunakan

3.2.1   Alat
1.    Mikroskop cahaya
2.    Bilik hitung
3.    Pipet
4.    Tabung biakan
3.2.2    Bahan
1.    Biakan Paramaecium sp.
2.    Air jerami
3.    JKJ

3.3 Cara Kerja
    3.3.1   Cara Menanam Paramaecium sp

1.    Menuang 100cc air kedalam tabung biakan dan memberi tanda batas ketinggian dengan spidol permanent.
2.    Membuang air dalam tabung dan menggantinya dengan medium biakan tidak lebih dari setengahnya.
3.    Memasukkan 3 individu Paramaecium sp. di dalam botol biakan.
4.    Menambahkan medium jerami sampai 100cc.
5.    Menutup mulut botol dengan kertas kemudian melubanginya.
6.    Mengamati setiap 2 hari sekali di mulai dari hari ke 4 setelah pembiakan.

3.3.2    Cara menghitung Paramaecium sp.
1.    Mengaduk dengan pipet biakan.
2.    Mengambil dengan pipet dari biakan dan meneteskan pada bilik hitung yang kemudian menambahinya dengan meneteskan 1 tetes JKJ.
3.    Menutup bilik hitung dengan cover glaas, dan menghitung jumlah Paramaecium sp. di bawah mikroskop.
4.    Mengulangi perhitungan samapi 3 kali.
5.    Mengalikannya dengan jumlah per cc dengan 100 (volume seluruh biakan) untuk mendaptkan perkiraan jumlah dalam seluruh medium.
6.    Menambahkan kedalam tabung biakan air jerami sampai 100cc.


BAB IV
HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Data Hasil Pengamatan

No    Tanggal
Pengamatan    Usia
(hari)    Jumlah Paramaecium sp. pada hitungan ke-    Rata-rata (1cc)    Rata-rata
(100cc)
            1    2    3       
1.    16-11-2010    0    30    -    -    -    -
2.    22-11-2010    6    4    7    10    7.00    700
3.    24-11-2010    8    4    10    5    6.33    6300
4.    26-11-2010    10    9    0    0    3.00    300
5.    29-11-2010    13    2    0    1    1.00    100
6.    1-12-2010    15    54    76    56    62.00    6200
7.    3-12-2010    17    74    76    86    78.67    7867
8.    6-12-2010    20    78    111    75    88.00    8800
9.    8-12-2010    22    107    69    114    96.67    9667
10.    10-12-2010    24    91    76    63    76.67    7667
11.    13-12-2010    27    23    8    24    18.33    1833
12.    15-12-2010    29    25    10    35    23.33    2333
13.    17-12-2010    31    4    13    13    10.00    1000
14.    20-12-2010    34    77    29    22    42.67    4267
15.    22-12-2010    36    38    14    27    26.33    2633
16.    27-12-2010    38    3    3    32    12.67    1267


BAB V
ANALISIS PERHITUNGAN

Tabel 2. Pertumbuhan populasi Paramaecium sp.

Hari ke-    N/cc
6              7.00
8              6.33
10             3.00
13             1.00
15             62.00
17            78.67
20            88.00
22            96.67
24            76.67
27            18.33
29            23.33
31            10.00
34            42.67
36            26.33
38            12.67

Grafik 1. Pertumbuhan populasi Paramaecium sp. Pengamatan 1 adalah hari ke-0; pengamatan 2 adalah hari ke-6;


Persamaan regresi = y= 31.997+0.2203x.



1.     Perhitungan berdasarkan cara empiris
Pada grafik terlihat bahwa populasi fluktuasi di atas dan di bawah nilai K.

K 1 cc= =  37.08 individu
K 100 cc=  37.08 x 100 = 3708 individu

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut didapatkan harga K pada 1 cc air rebusan jerami adalah 37.08 dan dibulatkan menjadi 37 individu sedangkan harga K pada 100 cc air rebusan jerami adalah 3708 individu.

2.    Perhitungan berdasarkan derajat pertumbuhan intrinsik (r)
dengan jumlah individu (N)


Perhitungan K secara eksponensial
    Nt = N0ert

t    Nt    No    r = ln(Nt/N0)
t
6    700    30    0.52
8    6300    30    0.66
10    300    30    0.23
13    100    30    0.09
15    6200    30    0.35
17    7867    30    0.32
20    8800    30    0.28
22    9667    30    0.26
24    7667    30    0.23
27    1833    30    0.15
29    2333    30    0.15
31    1000    30    0.11
34    4267    30    0.14
36    2633    30    0.12
38    1267    30    0.09

Dari data kemudian dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat tabel yang dilanjutkan dengan grafik yang ditunjukkan sebagai berikut:


Tabel jumlah Paramaecium sp.dan derajat pertumbuhan
Hari ke-    N    r
0-5    700    0.52
5-7    6300    0.66
7-9    300    0.23
9-12    100    0.09
12-14    6200    0.35
14-16    7867    0.32
16-19    8800    0.28
19-21    9667    0.26
21-23    7667    0.23
23-26    1833    0.15
26-28    2333    0.15
28-30    1000    0.11
30-33    4267    0.14
33-35    2633    0.12
35-37    1267    0.09

Dari tabel di atas diambil data-data yang bernilai positif (r) dan di bawah ini adalah grafik dari tabel tersebut

   
r    N
0.52    700
0.23    300
0.35    6200
0.26    9667
0.11    1000
       
   
    y=  a+ bx
    K= a+ bN
    r= 0 → N= K
    y=3656,8+283,73x
    r= 0 → y = 3656,8
    y= N= K → K = 39884
3.    Penghitungan dengan eliminasi dua persamaan

Nt-No = No (r- γNo)
t1-t0
    Menggunakan data hari ke-6 (N= 700), ke-8 (N= 6300), ke-17 (N= 7867)

Persamaan 1
Menggunakan data hari ke-6 (6) dan ke-8 (8)
N8-N6 = N6 (r-γN6)
  T8-t6
6300-700  =  700 (r-700 γ)
       8-6
 5600  = 700 (r-700 γ)
    2
2800  = (r-700 γ)
700
4 = r-700 γ.......Persamaan (1)

Persamaan 2
Menggunakan data hari ke-8 (8) dan ke-17 (17)
N17-N8 = N8 (r- γ N8)
  t17-t8
7867-6300= 6300 (r-6300 γ)
     17-8
              174,11 = r-6300 γ
 6300
0,027 = r-6300 γ......Persamaan (2)

(1)    4 = r-700 γ
(2)    0,027 = r-6300 γ
    3,973 = 5600 γ
     γ = 0,000709464

Dari persamaan (1) dapat dicari r :
4 = r-700 γ
4 = r-700 (0,000709464)
4= r-0,496625
r=4+0,496625
  r = 4,496

kemudian, menghitung nilai K
K    = r  
       γ
    =    4,496
        0,000709   
= 6338,05

r1= 4+700 
= 4+700(0,000709464)
       = 4,49
    r2= 0,027+6300 
       = 0,027+6300 (0,000709464)
       = 0,027+4,467
       = 4,49

BAB VI
PEMBAHASAN

Pada praktikum ini, kami menanam 30 Paramaecium sp. dengan menggunakan media air jerami. Setelah 5 hari menanam Paramaecium sp. yang diletakkan dalam botol selai yang telah ditutup dengan kertas yang sudah dilubangi atasnya, kami menghitung lagi sebanyak 3 kali ulangan dengan menggunakan bilik hitung dan koloni counter. Pada penghitungan ini kami menggunakan JKJ untuk mematikan Paramaecium sp. agar lebih mudah dalam proses penghitungan.
Proses penghitungan ini terus berlangsung selam 2 hari sekali hingga 15 kali hitungan. Dari hasil penghitungan, kami memperoleh nilai rata-rata per 100cc tertinggi adalah pada usia ke 22 sebanyak 9667 individu. Sedangkan nilai rata-rata per 100cc yang paling rendah adalah pada usia ke 13 dengan jumlah 100 individu per 100cc. Dari grafik garfik pertumbuhan populasi kami, terlihat bahwa grafik tersebut meningkat dari hari ke hari pertumbuhannya dan pertumbuhan puncak terdapat pada hari ke 22, setelah itu pertumbuhan berangsur-angsur normal dan diteruskan ke tahap penurunan hingga pada hari ke 38.
Populasi yang ada di suatu daerah akan selalu berubah setiap saat. Perubahan ini disebabkan oleh perubahan jumlah individu. Bergantung pada faktor lingkungan jumlah individu dapat bertambah atau berkurang. Bila sumber daya berlimpah tidak terbatas maka populasi sangat cepat secara eksponensial (Hariyanto et al, 2008). Dari sini kita bisa mengetahui bahwa pertumbuhan populasi Paramaecium sp. sangatlah dipengaruhi oleh lingkungan, dalam hal ini adalah media air jerami. Dimana ketika sumber nutrisi tercukupi, maka populasi akan tumbuh pesat, sebaliknya apabila sumber nutrisi habis, maka pertumbuhan menurun dan terjadilah suatu kompetisi di dalam populasi tersebut.
Besarnya nilai daya dukung lingkungan (K) adalah dengan 3 cara. Yang pertama dengan cara empiris diperoleh nilai K sebesar 3708. Dengan nilai K ini, populasi tidak bisa dikatakan eksponensial, dikarenakan pada hari ke 8,15,17, 20,22 jumlah individu berada di atas nilai K dengan rata-rata jumlah individu per 100cc adalah 7000 ke atas. Sedangkan pada hari ke 27 hingga 38 jumlah individu turun hingga angka 100an. Cara kedua adalah dengan menggunakan persamaan linear antara nilai intrisnik (r) dengan jumlah individu (N). Dari cara ini diperoleh nilai K sebesar 39884. Dan cara ketiga adalah dengan eliminasi dari dua persamaan. Dari penghitungan dan analisis data, kami memperoleh nilai K sebesar 6338,05. Dimana sebelumnya diperoleh nilai r dan γ berturut-turut sebesar 4,496 dan 0,00079. Bila jumlah individu lebih besar daripada K maka populasi akan kekurangan sumber daya sehingga tingkat reproduksinya menurun atau beremigrasi, akibatnya ukuran populasi mengecil (Hariyanto, 2008). Dari nilai K tadi, kita bisa mengetahui bahwa daya dukung populasi Paramaecium sp. ini mengalami kestabilan, yaitu pada hari ke 8 dan 15, dimana rata-rata jumlah individu adalah 6300 dan 6200 individu per 100cc. Namun, pada hari ke-17 jumlah populasi bertambah pesat hingga 7867 individu per 100cc, hal ini terus bertahan hingga hari ke-24 hingga pada hari ke-27 jumlah individu pertumbuhannya turun mulai dari 1833 individu per 100cc menjadi 1267 individu per 100cc pada hari ke 38. Hal ini menunjukkan bahwa populasi Paramaecium sp tidak eksponensial. Dari grafik pertumbuhannya pun dapat diketahui pertumbuhannya yang awalnya meningkat kemudian turun perlahan hingga akhirnya tersisa individu dalam jumlah yang sedikit. Di sini terlihat jelas bahwa populasi berfluktuasi di atas dan bawah nilai K, yang mana hal ini sesuai dengan hipotesis kerja bahwa pertumbuhan Paramaecium sp. tidak akan mengikuti pertumbuhan secara eksponesial karena daya dukung lingkungan sangat terbatas.


BAB VII
KESIMPULAN

    Nilai K sebesar 6338,05 dari masing-masing cara antara lain:
•    Cara empiris : 3708,
•    Cara persamaan linear antara r dengan N : 39884,
•    Cara eliminasi dua persamaan : 6338,05.
    Hal ini menunjukkan bahwa populasi Paramaecium sp. tidak tumbuh secara eksponensial, yang dikarenakan selama 38 hari pembiakan jumlah individunya berada di bawah ataupun tumbuh pesat di atas nilai K. Hal ini sesuai dengan hipotesis kerja dimana pertumbuhan Paramaecium sp tidak akan mengikuti pertumbuhan secara eksponesial karena daya dukung lingkungan sangat terbatas.
    Pertumbuhan populasi Paramaecium sp. dipengaruhi oleh daya dukung lingkungan, dimana jumlah populasi akan tumbuh pesat apabila sumber nutrisi tercukupi. Sebaliknya, populasi akan menurun seiring dengan habisnya nutrisi dan akan terjadi kompetisi di dalamnya.


BAB VIII
DAFTAR PUSTAKA

Caprette, David R. 1995. Study Of Paramaecium sp.  Rice University.
Chusnia, Wilda. 2009. Pertumbuhan Populasi Paramaecium sp.Dan Daya Dukung Lingkungan.http://wildablog.blogspot.com/2009/12/kunjungi-juga-webku-dihttpwilda    .html diakses pada 2 Januari 2011 11:26.
Colin, R., Gates A. Michael dan MCL David. Roberts. 1983.  "British and other freshwater     ciliated protozoa Part II Ciliophora: Oligohymenophora and Polyhymenophora".    Cambridge University Press.
Hariyanto, Sucipto. Bambang Irawan. Thin Soedarti. 2008. Teori dan Praktik Ekologi.    Surabaya : Airlangga University Press.
Kurnia, Rahmat. 2005. Penentuan Daya Dukung Lingkungan Pesisir. Makalah Individu     Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana/S3 Institut Pertanian     Bogor.
Odum, Eugene P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: UGM University Press.
Soemarwoto. 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Yogyakarta: Djambatan.





Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Friday, January 14, 2011

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM PERTUMBUHAN POPULASI Paramaecium sp. dan DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI UMUM
PERTUMBUHAN POPULASI Paramaecium sp. dan
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
Hari/tanggal Praktikum : Senin, 13 Desember 2010.        
Jam:12.30-14.20 WIB




Disusun oleh :
1.    Ratih Kuspriyadani        (080914023)
2.    Christian Agung            (080914028)
3.    Clara Puspita            (080914067)   


Dosen pembimbing :
Dra. Thin Soedarti, CESA
Dr. Sucipto Hariyanto, DEA.


PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2010

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Populasi adalah kumpulan dari makhluk hidup yang sejenis yang tinggal atau mendiami suatu lokasi. Populasi yang ada di suatu tempat akan terus dan selalu berubah-ubah setiap saat, dikarenakan oleh perubahan jumlah individu yang mendiami suatu populasi tersebut. Bergantung pada faktor lingkungan jumlah individu dapat bertambah ataupun berkurang. Bila sumber daya berlimpah tidak terbatas, maka populasi akan tumbuh secara cepat secara eksponensial. Tetapi jarang sekali pertumbuhan populasi mengikuti pertumbuhan secara eksponensial, atau tipe pertumbuhan tersebut hanya terjadi di awal pertumbuhan ketika jumlah individu masih sangat sedikit dan daya dukung lingkungan untuk mendukung pertumbuhan masih sangat besar.
Makin banyak individu yang mendiami suatu tempat, maka makin berkurang pula kemungkinan setiap individu untuk mendapatkan makanan dan sumber daya lainnya. Untuk mempertahnkan hidupnya, maka individu mau tidak mau akan berkompetisi untuk mendapatkan kebutuhan makanan maupun sumber daya yang akan menunjang kehidupannya.
Bila jumlah individu lebih banyak daripada daya dukung lingkungan, maka populasi akan kekurangan sumber daya sehingga tingkat reproduksinya akan menurun, dan akibatnya maka ukuran populasi mengecil. Secara teoritik jumlah individu akan stabil di sekitar daya dukung lingkungan, dan dengan demikian ukuran populasi akan konstan. Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian, yang sering terjadi adalah berfluktasi di atas  dan di bawah harga daya dukung lingkungan. Ini disebabkan karena populasi memerlukan waktu untuk beradptasi dengan perubahan lingkungan.

1.2    Tujuan
1.    Mengetahui pertumbuhan populasi Paramaecium sp. secara eksponensial atau non eksponensial.
2.    Mengetahui nilai daya dukung lingkungan dari populasi  


1.3    Rumusan Masalah
1.    Apakah pertumbuhan Paramaecium sp. akan mengikuti pertumbuhan secara eksponensial?.
2.    Berapakah nilai daya dukung lingkungan dari populasi  Paramaecium sp.?.

1.4    Hipotesis
1.    Pertumbuhan Paramaecium sp. tidak akan mengikuti pertumbuhan secara eksponesial karena daya dukung lingkungan sangat terbatas.
2.    Apabila jumlah individu lebih besar daripada daya dukung lingkungan maka populasi akan kekurangan sumber daya sehingga tingkat reproduksinya menurun.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Mengenai Paramaecium sp

    Menurut Colin (1983), Paramaecium sp termasuk dalam :
Domain     : Eukaryota
Kerajaan     : protista
Filum     : Ciliophora
Kelas     : Ciliatea
Ordo     : Peniculida
Famili     : Parameciidae
Genus     : Paramaecium sp.

    Paramaecium sp adalah makhluk bersel tunggal bersilia. Spesies Paramaecium sp dapat dibedakan dari ciliates lain dengan cerutu atau bentuk sepatu dan membran bergelombang dalam peristom, yaitu alur yang mengarah ke sitostom, di mana terbentuk vakuola makanan. Sebagian besar Paramaecium sp adalah sebagai ordo dari protista dengan lebar 0,5 mm dan panjang mungkin mencapai 1/3 dari lebarnya (Caprette, 1995).

2.2 Tinjauan tentang  Konsep Daya Dukung Lingkungan

Daya dukung lingkungan mengandung pengertian kemampuan suatu tempat dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara optimum dalam periode waktu yang panjang. Daya dukung lingkungan dapat pula diartikan kemampuan lingkungan memberikan kehidupan organisme secara sejahtera dan lestari bagi penduduk yang mendiami suatu kawasan.  Konsep daya dukung lingkungan berasal dari pengelolaan hewan ternak dan satwa liar (Soemarwoto, 1997).
    Pada taraf konsep paling awal, daya dukung (carrying capacity) menjelaskan hubungan antara ukuran suatu populasi dengan perubahan dalam sumber-sumberdaya tempat bergantungnya populasi tersebut. Diasumsikan terdapat suatu ukuran populasi optimal yang dapat ditopang oleh sumberdaya yang ada. Konsep ini dasarnya diaplikasikan untuk menjelaskan laju stok maksimum dalam suatu area (Odum, 1959). Jelaslah, proses menentukan daya dukung suatu lingkungan meniscayakan adanya suatu ukuran sebagai acuan untuk menetapkan apa yang akan dioptimumkan (Kurnia, 2005). Odum (1971) juga menegaskan bahwa daya dukung lingkungan merupakan jumlah populasi organisme yang kehidupannya dapat didukung oleh suatu kawasan atau ekosistem.
    Menurut Chusnia (2009) daya dukung dapat dibedakan dalam beberapa tingkat, yaitu daya dukung maksimum, daya dukung subsisten, daya dukung optimum, dan daya dukung suboptimum. Daya dukung maksimum menunjukkan jumlah maksimum hewan yang dapat didukung per satuan luas lahan. Dengan jumlah hewan yang maksimum, makanan sebenarnya tidak cukup. Walaupun hewan itu masih hidup, tetapi hewan itu tidak sehat, kurus, dan lemah serta mudah terserang oleh penyakit dan hewan pemangsa. Padang penggembalaan akan mengalami kerusakan, karena menjadi padat terinjak-injak; rumput dan tumbuhan lain termakan lebih cepat daripada kemampuan regenerasi.



BAB III
METODOLOGI

3.1 Tempat dan Waktu Praktikum

Praktikum dilaksanakan di ruang 226 FSAINTEK Kampus C Unair, pada tanggal 16 hingga 27 desember 2010.


3.2 Alat dan Bahan yang Digunakan

3.2.1   Alat
1.    Mikroskop cahaya
2.    Bilik hitung
3.    Pipet
4.    Tabung biakan
3.2.2    Bahan
1.    Biakan Paramaecium sp.
2.    Air jerami
3.    JKJ

3.3 Cara Kerja
    3.3.1   Cara Menanam Paramaecium sp

1.    Menuang 100cc air kedalam tabung biakan dan memberi tanda batas ketinggian dengan spidol permanent.
2.    Membuang air dalam tabung dan menggantinya dengan medium biakan tidak lebih dari setengahnya.
3.    Memasukkan 3 individu Paramaecium sp. di dalam botol biakan.
4.    Menambahkan medium jerami sampai 100cc.
5.    Menutup mulut botol dengan kertas kemudian melubanginya.
6.    Mengamati setiap 2 hari sekali di mulai dari hari ke 4 setelah pembiakan.

3.3.2    Cara menghitung Paramaecium sp.
1.    Mengaduk dengan pipet biakan.
2.    Mengambil dengan pipet dari biakan dan meneteskan pada bilik hitung yang kemudian menambahinya dengan meneteskan 1 tetes JKJ.
3.    Menutup bilik hitung dengan cover glaas, dan menghitung jumlah Paramaecium sp. di bawah mikroskop.
4.    Mengulangi perhitungan samapi 3 kali.
5.    Mengalikannya dengan jumlah per cc dengan 100 (volume seluruh biakan) untuk mendaptkan perkiraan jumlah dalam seluruh medium.
6.    Menambahkan kedalam tabung biakan air jerami sampai 100cc.


BAB IV
HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Data Hasil Pengamatan

No    Tanggal
Pengamatan    Usia
(hari)    Jumlah Paramaecium sp. pada hitungan ke-    Rata-rata (1cc)    Rata-rata
(100cc)
            1    2    3       
1.    16-11-2010    0    30    -    -    -    -
2.    22-11-2010    6    4    7    10    7.00    700
3.    24-11-2010    8    4    10    5    6.33    6300
4.    26-11-2010    10    9    0    0    3.00    300
5.    29-11-2010    13    2    0    1    1.00    100
6.    1-12-2010    15    54    76    56    62.00    6200
7.    3-12-2010    17    74    76    86    78.67    7867
8.    6-12-2010    20    78    111    75    88.00    8800
9.    8-12-2010    22    107    69    114    96.67    9667
10.    10-12-2010    24    91    76    63    76.67    7667
11.    13-12-2010    27    23    8    24    18.33    1833
12.    15-12-2010    29    25    10    35    23.33    2333
13.    17-12-2010    31    4    13    13    10.00    1000
14.    20-12-2010    34    77    29    22    42.67    4267
15.    22-12-2010    36    38    14    27    26.33    2633
16.    27-12-2010    38    3    3    32    12.67    1267


BAB V
ANALISIS PERHITUNGAN

Tabel 2. Pertumbuhan populasi Paramaecium sp.

Hari ke-    N/cc
6              7.00
8              6.33
10             3.00
13             1.00
15             62.00
17            78.67
20            88.00
22            96.67
24            76.67
27            18.33
29            23.33
31            10.00
34            42.67
36            26.33
38            12.67

Grafik 1. Pertumbuhan populasi Paramaecium sp. Pengamatan 1 adalah hari ke-0; pengamatan 2 adalah hari ke-6;


Persamaan regresi = y= 31.997+0.2203x.



1.     Perhitungan berdasarkan cara empiris
Pada grafik terlihat bahwa populasi fluktuasi di atas dan di bawah nilai K.

K 1 cc= =  37.08 individu
K 100 cc=  37.08 x 100 = 3708 individu

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut didapatkan harga K pada 1 cc air rebusan jerami adalah 37.08 dan dibulatkan menjadi 37 individu sedangkan harga K pada 100 cc air rebusan jerami adalah 3708 individu.

2.    Perhitungan berdasarkan derajat pertumbuhan intrinsik (r)
dengan jumlah individu (N)


Perhitungan K secara eksponensial
    Nt = N0ert

t    Nt    No    r = ln(Nt/N0)
t
6    700    30    0.52
8    6300    30    0.66
10    300    30    0.23
13    100    30    0.09
15    6200    30    0.35
17    7867    30    0.32
20    8800    30    0.28
22    9667    30    0.26
24    7667    30    0.23
27    1833    30    0.15
29    2333    30    0.15
31    1000    30    0.11
34    4267    30    0.14
36    2633    30    0.12
38    1267    30    0.09

Dari data kemudian dilakukan analisis perhitungan maka dapat dibuat tabel yang dilanjutkan dengan grafik yang ditunjukkan sebagai berikut:


Tabel jumlah Paramaecium sp.dan derajat pertumbuhan
Hari ke-    N    r
0-5    700    0.52
5-7    6300    0.66
7-9    300    0.23
9-12    100    0.09
12-14    6200    0.35
14-16    7867    0.32
16-19    8800    0.28
19-21    9667    0.26
21-23    7667    0.23
23-26    1833    0.15
26-28    2333    0.15
28-30    1000    0.11
30-33    4267    0.14
33-35    2633    0.12
35-37    1267    0.09

Dari tabel di atas diambil data-data yang bernilai positif (r) dan di bawah ini adalah grafik dari tabel tersebut

   
r    N
0.52    700
0.23    300
0.35    6200
0.26    9667
0.11    1000
       
   
    y=  a+ bx
    K= a+ bN
    r= 0 → N= K
    y=3656,8+283,73x
    r= 0 → y = 3656,8
    y= N= K → K = 39884
3.    Penghitungan dengan eliminasi dua persamaan

Nt-No = No (r- γNo)
t1-t0
    Menggunakan data hari ke-6 (N= 700), ke-8 (N= 6300), ke-17 (N= 7867)

Persamaan 1
Menggunakan data hari ke-6 (6) dan ke-8 (8)
N8-N6 = N6 (r-γN6)
  T8-t6
6300-700  =  700 (r-700 γ)
       8-6
 5600  = 700 (r-700 γ)
    2
2800  = (r-700 γ)
700
4 = r-700 γ.......Persamaan (1)

Persamaan 2
Menggunakan data hari ke-8 (8) dan ke-17 (17)
N17-N8 = N8 (r- γ N8)
  t17-t8
7867-6300= 6300 (r-6300 γ)
     17-8
              174,11 = r-6300 γ
 6300
0,027 = r-6300 γ......Persamaan (2)

(1)    4 = r-700 γ
(2)    0,027 = r-6300 γ
    3,973 = 5600 γ
     γ = 0,000709464

Dari persamaan (1) dapat dicari r :
4 = r-700 γ
4 = r-700 (0,000709464)
4= r-0,496625
r=4+0,496625
  r = 4,496

kemudian, menghitung nilai K
K    = r  
       γ
    =    4,496
        0,000709   
= 6338,05

r1= 4+700 
= 4+700(0,000709464)
       = 4,49
    r2= 0,027+6300 
       = 0,027+6300 (0,000709464)
       = 0,027+4,467
       = 4,49

BAB VI
PEMBAHASAN

Pada praktikum ini, kami menanam 30 Paramaecium sp. dengan menggunakan media air jerami. Setelah 5 hari menanam Paramaecium sp. yang diletakkan dalam botol selai yang telah ditutup dengan kertas yang sudah dilubangi atasnya, kami menghitung lagi sebanyak 3 kali ulangan dengan menggunakan bilik hitung dan koloni counter. Pada penghitungan ini kami menggunakan JKJ untuk mematikan Paramaecium sp. agar lebih mudah dalam proses penghitungan.
Proses penghitungan ini terus berlangsung selam 2 hari sekali hingga 15 kali hitungan. Dari hasil penghitungan, kami memperoleh nilai rata-rata per 100cc tertinggi adalah pada usia ke 22 sebanyak 9667 individu. Sedangkan nilai rata-rata per 100cc yang paling rendah adalah pada usia ke 13 dengan jumlah 100 individu per 100cc. Dari grafik garfik pertumbuhan populasi kami, terlihat bahwa grafik tersebut meningkat dari hari ke hari pertumbuhannya dan pertumbuhan puncak terdapat pada hari ke 22, setelah itu pertumbuhan berangsur-angsur normal dan diteruskan ke tahap penurunan hingga pada hari ke 38.
Populasi yang ada di suatu daerah akan selalu berubah setiap saat. Perubahan ini disebabkan oleh perubahan jumlah individu. Bergantung pada faktor lingkungan jumlah individu dapat bertambah atau berkurang. Bila sumber daya berlimpah tidak terbatas maka populasi sangat cepat secara eksponensial (Hariyanto et al, 2008). Dari sini kita bisa mengetahui bahwa pertumbuhan populasi Paramaecium sp. sangatlah dipengaruhi oleh lingkungan, dalam hal ini adalah media air jerami. Dimana ketika sumber nutrisi tercukupi, maka populasi akan tumbuh pesat, sebaliknya apabila sumber nutrisi habis, maka pertumbuhan menurun dan terjadilah suatu kompetisi di dalam populasi tersebut.
Besarnya nilai daya dukung lingkungan (K) adalah dengan 3 cara. Yang pertama dengan cara empiris diperoleh nilai K sebesar 3708. Dengan nilai K ini, populasi tidak bisa dikatakan eksponensial, dikarenakan pada hari ke 8,15,17, 20,22 jumlah individu berada di atas nilai K dengan rata-rata jumlah individu per 100cc adalah 7000 ke atas. Sedangkan pada hari ke 27 hingga 38 jumlah individu turun hingga angka 100an. Cara kedua adalah dengan menggunakan persamaan linear antara nilai intrisnik (r) dengan jumlah individu (N). Dari cara ini diperoleh nilai K sebesar 39884. Dan cara ketiga adalah dengan eliminasi dari dua persamaan. Dari penghitungan dan analisis data, kami memperoleh nilai K sebesar 6338,05. Dimana sebelumnya diperoleh nilai r dan γ berturut-turut sebesar 4,496 dan 0,00079. Bila jumlah individu lebih besar daripada K maka populasi akan kekurangan sumber daya sehingga tingkat reproduksinya menurun atau beremigrasi, akibatnya ukuran populasi mengecil (Hariyanto, 2008). Dari nilai K tadi, kita bisa mengetahui bahwa daya dukung populasi Paramaecium sp. ini mengalami kestabilan, yaitu pada hari ke 8 dan 15, dimana rata-rata jumlah individu adalah 6300 dan 6200 individu per 100cc. Namun, pada hari ke-17 jumlah populasi bertambah pesat hingga 7867 individu per 100cc, hal ini terus bertahan hingga hari ke-24 hingga pada hari ke-27 jumlah individu pertumbuhannya turun mulai dari 1833 individu per 100cc menjadi 1267 individu per 100cc pada hari ke 38. Hal ini menunjukkan bahwa populasi Paramaecium sp tidak eksponensial. Dari grafik pertumbuhannya pun dapat diketahui pertumbuhannya yang awalnya meningkat kemudian turun perlahan hingga akhirnya tersisa individu dalam jumlah yang sedikit. Di sini terlihat jelas bahwa populasi berfluktuasi di atas dan bawah nilai K, yang mana hal ini sesuai dengan hipotesis kerja bahwa pertumbuhan Paramaecium sp. tidak akan mengikuti pertumbuhan secara eksponesial karena daya dukung lingkungan sangat terbatas.


BAB VII
KESIMPULAN

    Nilai K sebesar 6338,05 dari masing-masing cara antara lain:
•    Cara empiris : 3708,
•    Cara persamaan linear antara r dengan N : 39884,
•    Cara eliminasi dua persamaan : 6338,05.
    Hal ini menunjukkan bahwa populasi Paramaecium sp. tidak tumbuh secara eksponensial, yang dikarenakan selama 38 hari pembiakan jumlah individunya berada di bawah ataupun tumbuh pesat di atas nilai K. Hal ini sesuai dengan hipotesis kerja dimana pertumbuhan Paramaecium sp tidak akan mengikuti pertumbuhan secara eksponesial karena daya dukung lingkungan sangat terbatas.
    Pertumbuhan populasi Paramaecium sp. dipengaruhi oleh daya dukung lingkungan, dimana jumlah populasi akan tumbuh pesat apabila sumber nutrisi tercukupi. Sebaliknya, populasi akan menurun seiring dengan habisnya nutrisi dan akan terjadi kompetisi di dalamnya.


BAB VIII
DAFTAR PUSTAKA

Caprette, David R. 1995. Study Of Paramaecium sp.  Rice University.
Chusnia, Wilda. 2009. Pertumbuhan Populasi Paramaecium sp.Dan Daya Dukung Lingkungan.http://wildablog.blogspot.com/2009/12/kunjungi-juga-webku-dihttpwilda    .html diakses pada 2 Januari 2011 11:26.
Colin, R., Gates A. Michael dan MCL David. Roberts. 1983.  "British and other freshwater     ciliated protozoa Part II Ciliophora: Oligohymenophora and Polyhymenophora".    Cambridge University Press.
Hariyanto, Sucipto. Bambang Irawan. Thin Soedarti. 2008. Teori dan Praktik Ekologi.    Surabaya : Airlangga University Press.
Kurnia, Rahmat. 2005. Penentuan Daya Dukung Lingkungan Pesisir. Makalah Individu     Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana/S3 Institut Pertanian     Bogor.
Odum, Eugene P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: UGM University Press.
Soemarwoto. 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan. Yogyakarta: Djambatan.





No comments:

Post a Comment

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .