Ratih Kuspriyadani

Cewek yang mencoba untuk mengejar mimpi-mimpinya...

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang apa adanya

Ratih Kuspriyadani

Cewek yang suka dengan dunianya

       
          Semua peserta dan panitia P3L, angkatan 2010, 2009, 2008, 2007, alumni, dan dosen...

           Tanggal 8 hingga 12 Februari Kemarin adalah satu minggu yang sangat berkesan bagi temen-temen Himbio. Kenapa? Karena seminggu itu adalah P3L (Pelatihan dan Pengembangan Penelitian) yang diadakan di Taman Nasional Baluran Situbondo. Kalau dihitung-hitung mungkin sekitar 7-8 jam perjalanan dari Surabaya. Perjalanan berangkat ke TN baluran dimulai pada hari Senin tanggal 7 Februari 18.30 untuk registrasi ke panitia, makan malam, plus sholat isya’, dan barulah sekitar pukul 21.00 para peserta plus panitia berangkat menuju ke TN Baluran. Sekitar pukul 06.00 tanggal 8 Februari, kami semua sudah sampai di Bekol, yaitu tempat penginapan yang akan kami tinggali selama melakukan penelitian. Oiya, aku masuk ke kelompok penelitian (KP) Makrofungi yang beranggotakan 14 orang. Makrofungi ini adalah KP yang menangani tentang fungi atau jamur yang ukurannya makro.
        Hari pertama setelah sampai di Bekol adalah long tracking dengan tujuan Pantai Bama. Jalur yang KP kami lewati utuk menuju ke pantai Bama adalah Manting. Mungkin sekitar 3 km lebih lah kami berjalan, dan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Stelah sampai di Bama kami langsung istirahat menikmati keindahan alam yang ada di pantai ini. Sayangnya, tidak ada ombaknya, alias pantainya tenang. Tapi jangan salah karena di Bama ini terkenal dengan palungnya. So, be carefull ya buat kalian yang mau diving atau snorkeling di sini, hehe. Tak lama bersantai dan berfoto ria di Pantai Bama, keceriaan kami pun terusik dengan kedatangan makaka (jenis monyet di kawasan Baluran ini). Monyet di Pantai Bama ini lebih liar dibandingkan yang ada di Bekol. Sehingga, kami makan siang di sini harus dengan ekstra waspada, hehe. Pulang dari Pantai Bama, kami menggunakan jalur yang berbeda dengan yang kami gunakan sebelumnya, kali ini kami menggunakan jalur Curah Udang. Di sini jalannya lebih sempit dari Manting, dan hanya bisa dilewati oleh satu orang alias jalan setapak. Selain itu juga semak-semak di sekelilingnya bisa mencapapai paha orang dewasa. Sekitar satu jam waktu yang diperlukan untuk kembali ke Bekol dengan menggunakan jalur ini tanpa istirahat. Sampai si Bekol, kaki sudah sangat pegal...mana cuaca di siang hari sangat panas. Alhasil semuanya tepar, hehehe. Malamnya setelah makan malam, kamipun melakukan kegiatan selanjutnya yaitu presentasi masing-masing KP. Di sini tiap-tiap KP yang ada, yaitu KP Peksia, Makrofungi, Coral dan Teripang, Lamun, Insecta, dan Kapang.
 at pantai Bama..nyaman dan menenangkan..

           Hari kedua ini mulailah masing-masing KP melakukan trackingnya sendiri-sendiri untuk melakukan pengamatan di lapangan. KP Makrofungi mengadakan sampling di kawasan Hutan Musim dan Evergreen. Di sini kami mengamati jamur yang ada secara random, yaitu mengamati jamur di manapun dia ada. Kami foto, kemudian diambil spesimennya, disemprotkemudian diletakkan dalam kantong plastik untuk kemudian dibawa dan diidentifikasi di penginapan. Di kawasan ini kami ditemani dosen lapangan kami yaitu Bu Nuri. Meskipun Bu Nuri bukan di bidang Makrofungi akan tetapi beliau sangat hebat dan tanggap dalam membimbing kami dalam melakukan sampling jamur. Maklum beliau dosen Teknik Lingkungan. KAmi sangat berterima kasih karena beliau ternyata sangat cekatan dan selalu siap sedia dalam melakukan sampling. Sekitar pukul 11.00, akhirnya kami sampai juga di batas akhir evergreen, kamipun mengakhiri pengamatan dengan berfoto di batas akhir tersebut. Oiya, terima kasih untuk bantuan KP Peksia yyang kebetulan juga pengamatan di Evergreen , karena telah ,membantu kami untuk menjadi fotografer dan mengambil foto kami, hehehe.
Sampling jamur di Evergreen
KP Makrofungi, dari kiri ke kanan : Tachun, Ana, aku, Dyna, dan Tikha...

          Hari ketiga pengamatan dilakukan di kawasan yang berbeda, yaitu di hutan Pantai dan Manting dekat dengan Pantai Bama. Kali ini kami berangkat setengah jam lebih pagi karena rute yang ditempuh lumayan lebih jauh dari hari pengamatan sebelumnya. Spesimen difoto, dimbil, dimasukkan ke kantong plastik, diukur pH, kelembapan, dan intensitas cahanya. Tak terasa 2 jam sudah berlalu, tanpa kami sadari kami hampir menuju ke Pantai Bama. Ternyata benar, akan tetapi kali ini bukan pantai Bama yang seperti sebelumya. Menurutku lebih indah lah pemandangannya. Kamipun istirahat sebentar untuk melepas lelah dan menikmati pemandangan pantai dengan banyak vegetasi mangrovenya, serta tak lupa berfoto bersama, hehehe. Waktu menunjukkan pukul 11 WIB aku dan teman-teman KP Makrofungi kembali ke penginapan Bekol melewati jalan pintas, hingga akhirnya sampai juga di savana. Wah, panasnya minta ampun... Jam 12 siang berjalan di bawah terik matahari di atas savana. Tambah item dah semuanya...hahaha... Kemudian malamnya, diadakan konsolidasi intern dengan dosen pembimbing kami untuk menghadapi presentasi besoknya.
         Hari keempat, udah nggak ada tracking lagi. Tapi, jangan salah..karena KP Makrofungi pada hari keempat ini jadwalnya adalah mengindentifikasi jamur-jamur yang sudah diambil kemarin, selain itu juga melanjutkan identifikasi di hari kedua kemarin. Ditemani dengan Dr. Ni’matuzzahroh sang dosen pembimbing kami, KP Makrofungi terasa jadi sangat tertolong, karena jujur saja kami baik dari angkatan 2009 ataupun 2010 belum mendapat mata kuliah tentang fungi. Kami yang angkatan 2009 baru mendapat mikrobiologi umum di semester 3 kemarin. Sehingga, kehadiran Bu Nikma (begitu beliau biasa dipanggil) sangatlah membantu keberadaan KP kami. Hari sudah semakin siang, kegiatan identifikasipun tak terasa sudah selesai. Kamipun mengakhirinya dan segera makan siang untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Malam telah tiba, ini adalah malam yang mendebarkan..khususnya untuk Hasan, angkatan 2010 yang nantinya akan maju menemani Hendra untuk presentasi. Dan presentasipun berjalan lumayan lancar. Sayangnya, kalau aku boleh menambahkan, suasana peserta di dalam aula tersebut sangatlah tidak kondusif, sehingga sangat mengganggu jalannya presentasi dari tiap KP. Tapi itu semuanya terbayar sudah dengan kerja keras yang maksimal dari seluruh peserta, panitia, dan dosen yang sudah berusaha dan bekerja keras dalam kegiatan P3L ini. Setelah selesai presentasi, acara selanjutnya adalah Malam Keakraban, dimana seleuruh KP menampilkan kebolehannya untuk menyumbangkan apa yang telah mereka perispakan sebelumnya. Kebanyakan sih yel-yel, tapi lucu banget semuanya. Terutama KP Coral, lucu poll..hahaha
          Hari terakhir, yaitu hari Sabtu, kami sudah bangun pagi-pagi, ya sekitaran jam 4 subuh untuk segera mengantri madi (bisa dibayangkan betapa gelapnya kamar mandi dan betapa dinginnya airnya), oiya perlu diingat kalau di Bekol ini listrik hanya menyala mulai pukul 18.00 hingga 23.00. Hari terakhir ini seluruh peserta, panitia, dan dosen Departemen Biologi mendapat undangan untuk datang di kediaman Fida, jurusan Biologi angkatan 2010 yang rumahnya terletak tidak jauh dari Taman Nasional Baluran. Meskipun jalan yang dilalui cukup sulit dan terjal (lebay), bahkan 2 bus di belakang sempat tersesat (alamak), akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap datang ke kediaman Fida (ngarang abies.., haha). Terima kasih banyak ya buat Fida dan keluarga karena telah menjamu kami semua, hehehe. Jam 12 siang akhirnya rombongan meninggalkan kediaman Fida dan menuju kembali ke Surabaya. Hiat..inilah perjalanan sesungguhnya. Menempuh hujan badai (mulai lebai lagi), ngepom untuk isi bensin dan sholat, mampir ke Probolinggo beli oleh-oleh, melihat keindahan Pabrik-Pabrik Besar di Situbondo dan Pasuruan, sampai mati kaku gara-gara terjebak kemaceta di Porong. Sampai di Surabaya pukul 21.00 dan cuaca hujan (jeng..jeng). Kalau dihitung-hitung, berada di dalam bis selama 12 jam (jangan tanyakan bagaimana wajah kami selama itu, karena kalian juga pasti tahu sendiri..hahaha).

         Yak, itulah sedikit yang bisa kuceritakan seputar pengalamanku pertama kali ikut P3L. Hidup ber-primitif runaway selama satu minggu jauh dari keramaian kota, listrik, bahkan warung. Karena untuk mencapai pos pertama saja kami harus berjalan sejauh 12 km. Hal ini merupakan pengalaman yang benar-benar tak terlupakan. Bersama teman-teman Departemen Himbio, bapak ibu dosen terutama Bu Nuri yang menemani kami pengamatan di ekosistem Evergereen, Bu Nikma yang begitu besar bantuannya terhadap KP Makrofungi, dan sang suami Bapak Affandi selaku dosen Ekologi yang seru abies dalam menceritakan pengalaman-pengalaman survivalnya, serta dari pihak Taman Nasioanal sendiri terutama Jagawana Bapak Hendri yang telah menemani kami pengamatan di Hutan Pantai dan Manting dengan menceritakan pengalaman dan tipsnya kepada kami. Dan terakhir, teman-teman KP Makrofungi, Afida, Tachun, Lyna, Dyna, Uus, Ana, Karin, Rari, Tikha, Dek Rida, Dek Marisa, Dek Hasan, dan Hendra.


5 Responses so far.

  1. ratih says:

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya...

  2. Aini_itl says:

    wah,, KP fungi fotone eksis rek.. hehe

  3. niesa says:

    kalo boleh tau, rombongannya kesana berangkat naik apa ?

  4. ratih says:

    @Aini : hehehe..iya dong..KP Kapang kayak juga tuh...hehehe

    @niesa : naik bus pariwisata, tapi bus kecil...karena bus besar tidak bisa masuk ke TN Baluran...tertarikkah??

Leave a Reply

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .

Friday, February 18, 2011

P3L ke Taman Nasional Baluran

       
          Semua peserta dan panitia P3L, angkatan 2010, 2009, 2008, 2007, alumni, dan dosen...

           Tanggal 8 hingga 12 Februari Kemarin adalah satu minggu yang sangat berkesan bagi temen-temen Himbio. Kenapa? Karena seminggu itu adalah P3L (Pelatihan dan Pengembangan Penelitian) yang diadakan di Taman Nasional Baluran Situbondo. Kalau dihitung-hitung mungkin sekitar 7-8 jam perjalanan dari Surabaya. Perjalanan berangkat ke TN baluran dimulai pada hari Senin tanggal 7 Februari 18.30 untuk registrasi ke panitia, makan malam, plus sholat isya’, dan barulah sekitar pukul 21.00 para peserta plus panitia berangkat menuju ke TN Baluran. Sekitar pukul 06.00 tanggal 8 Februari, kami semua sudah sampai di Bekol, yaitu tempat penginapan yang akan kami tinggali selama melakukan penelitian. Oiya, aku masuk ke kelompok penelitian (KP) Makrofungi yang beranggotakan 14 orang. Makrofungi ini adalah KP yang menangani tentang fungi atau jamur yang ukurannya makro.
        Hari pertama setelah sampai di Bekol adalah long tracking dengan tujuan Pantai Bama. Jalur yang KP kami lewati utuk menuju ke pantai Bama adalah Manting. Mungkin sekitar 3 km lebih lah kami berjalan, dan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Stelah sampai di Bama kami langsung istirahat menikmati keindahan alam yang ada di pantai ini. Sayangnya, tidak ada ombaknya, alias pantainya tenang. Tapi jangan salah karena di Bama ini terkenal dengan palungnya. So, be carefull ya buat kalian yang mau diving atau snorkeling di sini, hehe. Tak lama bersantai dan berfoto ria di Pantai Bama, keceriaan kami pun terusik dengan kedatangan makaka (jenis monyet di kawasan Baluran ini). Monyet di Pantai Bama ini lebih liar dibandingkan yang ada di Bekol. Sehingga, kami makan siang di sini harus dengan ekstra waspada, hehe. Pulang dari Pantai Bama, kami menggunakan jalur yang berbeda dengan yang kami gunakan sebelumnya, kali ini kami menggunakan jalur Curah Udang. Di sini jalannya lebih sempit dari Manting, dan hanya bisa dilewati oleh satu orang alias jalan setapak. Selain itu juga semak-semak di sekelilingnya bisa mencapapai paha orang dewasa. Sekitar satu jam waktu yang diperlukan untuk kembali ke Bekol dengan menggunakan jalur ini tanpa istirahat. Sampai si Bekol, kaki sudah sangat pegal...mana cuaca di siang hari sangat panas. Alhasil semuanya tepar, hehehe. Malamnya setelah makan malam, kamipun melakukan kegiatan selanjutnya yaitu presentasi masing-masing KP. Di sini tiap-tiap KP yang ada, yaitu KP Peksia, Makrofungi, Coral dan Teripang, Lamun, Insecta, dan Kapang.
 at pantai Bama..nyaman dan menenangkan..

           Hari kedua ini mulailah masing-masing KP melakukan trackingnya sendiri-sendiri untuk melakukan pengamatan di lapangan. KP Makrofungi mengadakan sampling di kawasan Hutan Musim dan Evergreen. Di sini kami mengamati jamur yang ada secara random, yaitu mengamati jamur di manapun dia ada. Kami foto, kemudian diambil spesimennya, disemprotkemudian diletakkan dalam kantong plastik untuk kemudian dibawa dan diidentifikasi di penginapan. Di kawasan ini kami ditemani dosen lapangan kami yaitu Bu Nuri. Meskipun Bu Nuri bukan di bidang Makrofungi akan tetapi beliau sangat hebat dan tanggap dalam membimbing kami dalam melakukan sampling jamur. Maklum beliau dosen Teknik Lingkungan. KAmi sangat berterima kasih karena beliau ternyata sangat cekatan dan selalu siap sedia dalam melakukan sampling. Sekitar pukul 11.00, akhirnya kami sampai juga di batas akhir evergreen, kamipun mengakhiri pengamatan dengan berfoto di batas akhir tersebut. Oiya, terima kasih untuk bantuan KP Peksia yyang kebetulan juga pengamatan di Evergreen , karena telah ,membantu kami untuk menjadi fotografer dan mengambil foto kami, hehehe.
Sampling jamur di Evergreen
KP Makrofungi, dari kiri ke kanan : Tachun, Ana, aku, Dyna, dan Tikha...

          Hari ketiga pengamatan dilakukan di kawasan yang berbeda, yaitu di hutan Pantai dan Manting dekat dengan Pantai Bama. Kali ini kami berangkat setengah jam lebih pagi karena rute yang ditempuh lumayan lebih jauh dari hari pengamatan sebelumnya. Spesimen difoto, dimbil, dimasukkan ke kantong plastik, diukur pH, kelembapan, dan intensitas cahanya. Tak terasa 2 jam sudah berlalu, tanpa kami sadari kami hampir menuju ke Pantai Bama. Ternyata benar, akan tetapi kali ini bukan pantai Bama yang seperti sebelumya. Menurutku lebih indah lah pemandangannya. Kamipun istirahat sebentar untuk melepas lelah dan menikmati pemandangan pantai dengan banyak vegetasi mangrovenya, serta tak lupa berfoto bersama, hehehe. Waktu menunjukkan pukul 11 WIB aku dan teman-teman KP Makrofungi kembali ke penginapan Bekol melewati jalan pintas, hingga akhirnya sampai juga di savana. Wah, panasnya minta ampun... Jam 12 siang berjalan di bawah terik matahari di atas savana. Tambah item dah semuanya...hahaha... Kemudian malamnya, diadakan konsolidasi intern dengan dosen pembimbing kami untuk menghadapi presentasi besoknya.
         Hari keempat, udah nggak ada tracking lagi. Tapi, jangan salah..karena KP Makrofungi pada hari keempat ini jadwalnya adalah mengindentifikasi jamur-jamur yang sudah diambil kemarin, selain itu juga melanjutkan identifikasi di hari kedua kemarin. Ditemani dengan Dr. Ni’matuzzahroh sang dosen pembimbing kami, KP Makrofungi terasa jadi sangat tertolong, karena jujur saja kami baik dari angkatan 2009 ataupun 2010 belum mendapat mata kuliah tentang fungi. Kami yang angkatan 2009 baru mendapat mikrobiologi umum di semester 3 kemarin. Sehingga, kehadiran Bu Nikma (begitu beliau biasa dipanggil) sangatlah membantu keberadaan KP kami. Hari sudah semakin siang, kegiatan identifikasipun tak terasa sudah selesai. Kamipun mengakhirinya dan segera makan siang untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Malam telah tiba, ini adalah malam yang mendebarkan..khususnya untuk Hasan, angkatan 2010 yang nantinya akan maju menemani Hendra untuk presentasi. Dan presentasipun berjalan lumayan lancar. Sayangnya, kalau aku boleh menambahkan, suasana peserta di dalam aula tersebut sangatlah tidak kondusif, sehingga sangat mengganggu jalannya presentasi dari tiap KP. Tapi itu semuanya terbayar sudah dengan kerja keras yang maksimal dari seluruh peserta, panitia, dan dosen yang sudah berusaha dan bekerja keras dalam kegiatan P3L ini. Setelah selesai presentasi, acara selanjutnya adalah Malam Keakraban, dimana seleuruh KP menampilkan kebolehannya untuk menyumbangkan apa yang telah mereka perispakan sebelumnya. Kebanyakan sih yel-yel, tapi lucu banget semuanya. Terutama KP Coral, lucu poll..hahaha
          Hari terakhir, yaitu hari Sabtu, kami sudah bangun pagi-pagi, ya sekitaran jam 4 subuh untuk segera mengantri madi (bisa dibayangkan betapa gelapnya kamar mandi dan betapa dinginnya airnya), oiya perlu diingat kalau di Bekol ini listrik hanya menyala mulai pukul 18.00 hingga 23.00. Hari terakhir ini seluruh peserta, panitia, dan dosen Departemen Biologi mendapat undangan untuk datang di kediaman Fida, jurusan Biologi angkatan 2010 yang rumahnya terletak tidak jauh dari Taman Nasional Baluran. Meskipun jalan yang dilalui cukup sulit dan terjal (lebay), bahkan 2 bus di belakang sempat tersesat (alamak), akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap datang ke kediaman Fida (ngarang abies.., haha). Terima kasih banyak ya buat Fida dan keluarga karena telah menjamu kami semua, hehehe. Jam 12 siang akhirnya rombongan meninggalkan kediaman Fida dan menuju kembali ke Surabaya. Hiat..inilah perjalanan sesungguhnya. Menempuh hujan badai (mulai lebai lagi), ngepom untuk isi bensin dan sholat, mampir ke Probolinggo beli oleh-oleh, melihat keindahan Pabrik-Pabrik Besar di Situbondo dan Pasuruan, sampai mati kaku gara-gara terjebak kemaceta di Porong. Sampai di Surabaya pukul 21.00 dan cuaca hujan (jeng..jeng). Kalau dihitung-hitung, berada di dalam bis selama 12 jam (jangan tanyakan bagaimana wajah kami selama itu, karena kalian juga pasti tahu sendiri..hahaha).

         Yak, itulah sedikit yang bisa kuceritakan seputar pengalamanku pertama kali ikut P3L. Hidup ber-primitif runaway selama satu minggu jauh dari keramaian kota, listrik, bahkan warung. Karena untuk mencapai pos pertama saja kami harus berjalan sejauh 12 km. Hal ini merupakan pengalaman yang benar-benar tak terlupakan. Bersama teman-teman Departemen Himbio, bapak ibu dosen terutama Bu Nuri yang menemani kami pengamatan di ekosistem Evergereen, Bu Nikma yang begitu besar bantuannya terhadap KP Makrofungi, dan sang suami Bapak Affandi selaku dosen Ekologi yang seru abies dalam menceritakan pengalaman-pengalaman survivalnya, serta dari pihak Taman Nasioanal sendiri terutama Jagawana Bapak Hendri yang telah menemani kami pengamatan di Hutan Pantai dan Manting dengan menceritakan pengalaman dan tipsnya kepada kami. Dan terakhir, teman-teman KP Makrofungi, Afida, Tachun, Lyna, Dyna, Uus, Ana, Karin, Rari, Tikha, Dek Rida, Dek Marisa, Dek Hasan, dan Hendra.


5 comments:

  1. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya...

    ReplyDelete
  2. wah,, KP fungi fotone eksis rek.. hehe

    ReplyDelete
  3. kalo boleh tau, rombongannya kesana berangkat naik apa ?

    ReplyDelete
  4. @Aini : hehehe..iya dong..KP Kapang kayak juga tuh...hehehe

    @niesa : naik bus pariwisata, tapi bus kecil...karena bus besar tidak bisa masuk ke TN Baluran...tertarikkah??

    ReplyDelete

Komentar kamu akan sangat berarti bagiku . . . so berikan komentar yang OK punya . . .